Suara Hujan

Suara Hujan

  • WpView
    LECTURAS 132
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 9, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Untukmu, pecinta hujan tapi pobia suaranya. Hujan memang penuh kepuitisan. Hujan turun begitu saja menyejukkan bumi yang terinjak. Aku yakin, bumi pun menunggu sentuhan lembutnya hujan. Suara hujan itu lembut. Katamu kau takut hujan? Bukan hujan yang kau takutkan. Tapi turunnya hujan menyentuh siapa. Itulah yang kau takutkan. Karena ketika hujan jatuh ke tempat yang salah maka kau akan takut dengan suara yang beradu itu. Antara hujan dan tempat jatuhnya. Cinta 'Aku ingin hujan turun tanpa suara, kalaupun dia harus bersuara berarti kamu harus selalu di sampingku' Saka 'Aku akan menjadi musikmu ketika hujan, lalu menggantikan suaranya' Gigi 'Aku akan disampingmu, menjadi apapun yang membuat rasa takutmu hilang'
Todos los derechos reservados
#910
bandung
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rainangkasa #2 [END]
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Gadis Hujan
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Love and Rain
  • Khayalan Hujan
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido