100 Centimeter

100 Centimeter

  • WpView
    Lecturas 159
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 5, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Ternyata betul apa yang dikatakan orang. Tuhan lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Kita tak memiliki hak apapun, kita tak memiliki kuasa apapun, yang kita bisa hanyalah mendoa dan berjuang. Bukankah luka terlahir dari seseorang yang kita anggap istimewa? Maaf bila aku terlalu berharap. Wabah ini memaksaku untuk pasrah, pasrah akan takdir yang membuat luka ini semakin parah. Maaf, hatiku keras kepala. Selalu mengenangmu walau nyatanya hanya menjadi imajinasi belaka. Ku rangkai rindu menjadi cerita, agar rindu ini bisa terobati, Arika. Saatnya mengikhlaskan. Percaya akan rencana Tuhan. Dan saatnya pulang, dengan hati yang malang. Semoga kau selalu bahagia disana. Tertanda, Arka.
Todos los derechos reservados
#368
pandemi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [END] Blind Rainbow
  • ADEUS
  • MELODY : More Than Memories
  • WAVER [Completed]
  • Dua Sisi (TAMAT)
  • Strong Girl Michella (END)
  • KHALILA AND OTHERS
  • Amour (COMPLETE)
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Give Me Your HUG(END)✅

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido