My Husband is Duda-Taennie

My Husband is Duda-Taennie

  • WpView
    Reads 44,212
  • WpVote
    Votes 3,255
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 18, 2020
Aku ingin kita hidup bersama, di bawah atap yang sama hingga kita menua. Kamu bermain bersama buah hatiku dan aku tersenyum manis menatap teduh bola mata yang indah itu. Suasananya sangat hangat dilingkupi tawa yang sesekali terdengar hingga larut malam tiba. Aku mencintaimu, izinkan aku merawat dan menjagamu sampai akhir penghujung usia. -terdapat banyak Kata-kata puitis
All Rights Reserved
#380
taennie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Psychopath~~(•taenie•)√
  • In Your Time
  • LUCID JOURNAL
  • Forgive You (pengampunan)
  • Fate TAENNIE
  • MAMA | TAENNIE
  • 𝐌𝐎𝐌𝐌𝐘 𝐉𝐀𝐍𝐄 ✓
  • C H O O S E

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines