DEPENDS On YOU

DEPENDS On YOU

  • WpView
    GELESEN 191
  • WpVote
    Stimmen 30
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadLaufend1h 27m
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Apr. 26, 2020
Temui Naya,lalu tanyakan padanya bagaimana hidup ditengah manusi manusia penuh kehangatan,namun hidupnya terus dihantui rasa bersalah atas apa yang tak pernah Naya lakukan. Dan bila berkenan,mari temui Sagara.Pria penuh riuh gemuruh yang terbalut sekat menenangkan.Tanyakan padanya bagaimana rasanya hidup dibawah bayang bayang mimpi buruk yang menjelma menjadi sebuah trauma berkepanjangan. ______________________ Sebelum membaca,aku peringatkan untuk jangan mudah jatuh cinta pada Sagara.Ribet.Sulit.Kacau.
Alle Rechte vorbehalten
#86
naya
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Mutowifku Tersayang
  • BAYANG DALAM MATA
  • The Same Heartbeat
  • Cinta Dalam Diam
  • Wajah Bumi
  • Cinta Bersemi di Dunia Lain
  • Di Persimpangan Iman
  • Asmaraloka Saptakāla

Prolog Mekkah selalu punya cara membuat hati bergetar. Bukan hanya oleh lantunan adzan yang menggema dari Masjidil Haram, bukan pula oleh jutaan langkah yang berputar mengelilingi Ka'bah tanpa henti. Tapi oleh sesuatu yang tak pernah bisa dijelaskan-takdir yang Allah titipkan di antara doa dan air mata. Namaku Fadhlan. Aku seorang mutowif-memandu para tamu Allah yang datang dari berbagai negeri untuk menunaikan ibadah Umrah. Tugasku sederhana: membimbing mereka membaca niat, menuntun langkah mereka dalam thawaf dan sa'i, serta memastikan perjalanan ibadah itu lancar dan terjaga. Namun, dalam perjalanan yang lalu, tugasku berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Aku masih ingat saat pertama kali menatapnya. Seorang wanita muda, sederhana dalam balutan kerudung putih, tapi wajahnya memancarkan cahaya yang menenangkan. Senyumnya tipis, lembut, seperti doa yang dipanjatkan dalam diam. Ia datang bersama ibunya, meninggalkan ayah yang sedang sakit keras di tanah air. Namanya... Melati. Sembilan hari bersama rombongan Umrah seharusnya hanya meninggalkan kenangan singkat, sebagaimana biasanya. Tapi hari-hari itu menumbuhkan sesuatu yang berbeda. Sebuah perasaan yang anehnya, bukan mengganggu ibadahku, melainkan justru membuat setiap doa terasa lebih hidup. Namun, Allah punya cara sendiri menjaga rahasia-Nya. Ada kalanya doa yang kita panjatkan terasa menggantung di langit, tanpa jawaban. Ada kalanya cinta yang tumbuh justru diuji dengan jarak, waktu, dan keraguan. Dan aku... hanya bisa berserah. Kini setiap kali aku berdiri di hadapan Ka'bah, aku selalu mengingatnya. Wajah itu, senyum itu, doa-doanya. Entah di mana ia berada, entah bagaimana takdir menuliskannya. Yang kutahu, namanya tetap hidup dalam hatiku. Mutowifku tersayang... begitu ia pernah menyebutku dalam candanya. Sebuah panggilan yang sederhana, tapi cukup untuk membuat setiap langkahku terasa berarti.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien