Another Point

Another Point

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2020
Seorang pria 30an memeluk arsip tebal di dadanya. Sedang pria lain yang nampak kekar dan besar mengejarnya geram. Keduanya kini berada di sebuah padang savana yang cukup luas. Ilalang telah dibiarkan tumbuh setinggi dada orang dewasa, menandakan tanah ini telah lama tak terurus. Tepat di tengah-tengahnya, ada sebuah pondok kecil yang bagaikan pulau di tengah lautan ilalang. Keringat mengucur semakin deras. Pria 30an berlari semakin kencang. Tak menghiraukan puluhan goresan luka di kakinya. "Buk!" Ia terjatuh. Pria lain di belakang tersenyum puas. Ia lalu mendekat, mengangkat, dan menggendongnya di bahu kekarnya. ***
All Rights Reserved
#775
kriminal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BEDA
  • Between Us (END)
  • The Tomboy Girl
  • THE DARK SIDE OF SEBASTIAN ✓ [TERBIT]
  • Crazy Without You
  • So Close But So Far
  • [2.1] IVANDER [END]
  • Changed Life
  • Loving Like The Sun
BEDA

Ini cerita lama jaman beberapa tahun lalu yang baru diupload setelah ketauan terendap di laptop yang ditemukan ketika bersih bersih. Terima kasih. --- Brukk! "Aduh!" Mika tersungkur setelah menabrak seseorang di depan toilet. "Hei kalo jalan liat-liat dong! Gue buru-buru nih!" gerutunya sambil berusaha bangkit sambil membersihkan rok seragamnya dari kotoran yang menempel. Krisma ternganga melihat seorang siswa baru yang seenak jidat menyalahkannya atas terjatuhnya cewek itu. Bukannya cewek itu yang lari-larian? Dia kan dari tadi jalan santai. "Bengong lagi! Bukannya minta maaf!" gerutu Mika, lalu tanpa menunggu lama lagi dia langsung berlari meninggalkan entah siapa itu, berdiri sendiri. Dan mendadak dia kepikiran, siswa sekolah ini, yang datang pagi-pagi begini selain OSIS siapa lagi? Dan dia sama sekali tidak menunjukkan hormatnya sebagai siswa baru. Dan Mika shock setengah mati begitu mengetahui kalo orang yang ditabraknya tadi pagi, sekaligus diomelinya itu, adalah ketua komdiswaba. Dan sesuai yang dikatakan Miko, dia tak henti-hentinya kena masalah sepanjang MOS berlangsung. Dan di hari terakhir MOS, dia sengaja dipanggil oleh ketua komdiswaba itu. "Ya kak?" tanya Mika begitu ia memasuki ruang OSIS yang ternyata tinggal Krisma sendiri. "Kamu Mika, ya?" tanya Krisma. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines