Another Point

Another Point

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang pria 30an memeluk arsip tebal di dadanya. Sedang pria lain yang nampak kekar dan besar mengejarnya geram. Keduanya kini berada di sebuah padang savana yang cukup luas. Ilalang telah dibiarkan tumbuh setinggi dada orang dewasa, menandakan tanah ini telah lama tak terurus. Tepat di tengah-tengahnya, ada sebuah pondok kecil yang bagaikan pulau di tengah lautan ilalang. Keringat mengucur semakin deras. Pria 30an berlari semakin kencang. Tak menghiraukan puluhan goresan luka di kakinya. "Buk!" Ia terjatuh. Pria lain di belakang tersenyum puas. Ia lalu mendekat, mengangkat, dan menggendongnya di bahu kekarnya. ***
All Rights Reserved
#563
dingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Am I Scary?
  • So Close But So Far
  • [2.1] IVANDER [END]
  • The Secret My Boyfriend
  • Loving Like The Sun
  • Bound By Hatred (TAMAT)
  • Crazy Without You
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • 30 Hari untuk Ari
  • Hidden In The Dark

Elios Lison Adalah seorang pria buruk rupa yang jauh dari kata sempurna. Hari hari yang ia lalui selalu bertemankan penderitaan dan kesepian. Ada saja cemohan dan cibiran datang setiap satu langkah kaki ia berjalan. Hingga ia memutuskan untuk menutup mata dan telinga lalu bersembunyi disudut ruangan yang hanya ditemani setitik cahaya rembulan. Namun satu ketika, datang seorang gadis cantik jelita mengulurkan tangan mengajaknya keluar dari jurang kekosongan. Dan berakhir dengan ia yang mencintai si cantik hingga cintanya jatuh terlalu dalam dan berlanjut pada tahap yang lebih gila dari obsesi. Selalu melakukan dan menghalalkan segala cara, agar si cantik tetap berada dalam dekapannya dan hanya menatap kearahnya saja. "Hiks hiks kak El, ikan Evelyn mati lagi." tangis si cantik. Tak ada jawaban. "Kak?" El tersenyum lembut menatap Evelyn "Mungkin ikannya tak suka dengan Evelyn." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines