Sahabat jadi cinta💜

Sahabat jadi cinta💜

  • WpView
    Membaca 5
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 26, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
hallo guys jangan lupa mampir,maaf klo cerita saya jelek:(😊🙏 "Cerita tentang sahabat jadi cinta💜💘" Aku benci mengingat masa-masa itu.Seingat ku banyak hal memalukan terjadi ketimbang sesuatu indah untuk diingat kembali.tapi,seperti cerita dalam sebuah film,ada juga kisah manis dalam perjalanan hidupku waktu itu. sepuluh tahun lalu aku mengenal kakak kelasku Abi dia seorang yg humoris.setiap pukul delapan pagi aku selalu bertemu dengan dia di kantin sekolah untuk sarapan,selalu dan aku tak pernah lewat memperhatikannya. Awalnya tak sengaja,tapi lama kelamaan menjadi sebuah penasaran agung yang tak mengerti. Aku tak terlalu ingat bagaimana kami berkenalan dan bersahabat,maklum aku sedikit bermasalah dalam ingatan orang-orang mengatakan di sleksia,tapi bagiku itu anugrah yang tuhan berikan padaku😊 cukup sekian dari cerita saya jangan lupa di share ke teman"kalian jika anda suka,silahkan di coment maaf jika ada salah teknis mohon di maklumi baru belajar😊🙏
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#62
visa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • The Shackles Of Past Story
  • Jatuh Diakhir [HIATUS]
  • Friendship in Love
  • Missing { Who Are You}
  • Cerita Adit & Dimas
  • Ia Rahasiaku
  • KOMA (TAMAT)
  • Bukan Kita D.A.N

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan