MY BELOVED BUNTAL

MY BELOVED BUNTAL

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
"Merajut kisah cinta memang akan melalui ribuan gelombang, tapi gue belum pernah tuh sampe trauma buat mencintai seseorang dalam diam. Dan semoga gue nggak bakal pernah alami itu sih." ujar Ayla pada Yophiana sahabatnya. Tipe Ayla yang gampang mengagumi seseorang dengan kelebihan yang memang seharusnya karena kelebihan itu banyak cowo yang menyukainya, namun tidak sesuai yang terlintas dipikiran orang saat first impression melihat Ayla. Sungguh ini mengherankan sebenarnya, namun hiraukan soal itu. Alla memiliki orang spesial disetiap tingkat pendidikannya, di taman kanak-kanak ada, di sekolah dasar juga ada hingga SMA dan unik nya hanya satu tiap tingkat. Walaupun dengan semua orang itu ia tetap menerapkan tingkah dengan tipenya mencintai dalam diam, so apakah tiap tingkat itu menjadi doinya? #Yuk baca cerita ini. #have a nice day dear readers.
All Rights Reserved
#954
couplegoals
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines