My Name Is Erwinda

My Name Is Erwinda

  • WpView
    Reads 704
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Wed, May 5, 2021
"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.
All Rights Reserved
#432
hati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BASTARD prince (Paxton seri 1)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Gio Davandra
  • Wanita Pilihan
  • Because ILY [Completed]
  • Menikah Dengan Mantan? (END)
  • Ego Cinta
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • PERNAHKAH KAU MENCINTAIKU (END DI WEBNOVEL)

sengatan rasa sakit lutut Cecillia Raven justru yang membuatnya sadar bahwa dirinya belum mati setelah terdengar letusan senjata api itu. Cecillia tau dirinya harus mati dan dia tidak akan menghidar, tapi yang mengejutkan adalah tubuh besar yang menerjangnya untuk menyelamatkannya kini. basah kuyup di bawah guyuran hujan dengan luka di pundaknya akibat peluru itu, Dante Paxton--pangeran bajingan--melindunginya. kenapa? "dasar bodoh, kenapa kau bisa berada disini?" "karena aku harus mati, begitu kan?" ucap Cecillia pelan membuat Dante terdiam cukup lama dan hanya menatap mata Cecillia. "tatap aku Cille dan katakan dari mana kau tau semua itu?" Cecillia terisak, melepaskan semua perasaannya yang selama ini di pendamnya pada bajingan itu. "karena aku sudah tidak tahan lagi. aku mencintaimu, setiap malam aku menunggumu pulang, aku berusaha menjadi wanita yang kau inginkan. tapi kau menginginkan Lady Tattianna. apa lagi yang bisa kulakukan saat kau berselingkuh dengannya? aku tidak bisa terus bertahan diistanah megah itu dalam kekosongan. kau yang berselingkuh, aku ingin bercerai karenanya, tapi aku yang harus mati. kenapa? hanya karena aku orang biasa yang tidak punya hak mencoreng nama baik kerajaanmu?" bentak Cecillia membuat mata Dante menggelap karena marah. tangan besar Dante mencengkeram lengan Cecillia dan memaksa Cecillia untuk menatapnya. "bukankah kau juga tau soal ini? memangnya apa yang kau pikir terjadi pada bibi Letty mu?" tanya Cecillia sinis membuat Dante memucat. bibi Letty kesayangannya, mati dalam kecelakaan. tapi sekarang Dante tidak yakin lagi. Dante mengguncang bahu Cecillia, "ikut aku dan akan kubunuh siapapun yang berani menyakiti istriku" "persetan denganmu, bajingan. pergi dari hadapanku" tepis Cecillia dengan berdiri dan berlari menembus malam. Cecillia tidak takut jika ada seorang penembak jitu yang menantinya, dia hanya takut patah hati pada Dante yang akan membunuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines