Mimpi Senja

Mimpi Senja

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
Cerpen sastra dan fiksi Ibarat kapal yang tenang. Namun sesuatu yang tidak diinginkan itu datang. BADAI. Ditengah kepanikan, siapa yang berani menjamin keselamatan seisi Kapal? Dan bagaimana jika satu-satunya sang awak kapal menghilang? Hal inilah yang dirasakan oleh Arul dan ibunya. Keluarga kecil yang KEHILANGAN kepala keluarganya. Hingga kerinduan ini menjadi sebuah mimpi dengan sesuatu yang sangat disukai Arul, yaitu Senja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita di Balik Senja
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Fajar & Senja
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Miracolous
  • Topeng Lama
  • My Duchess / End
  • Hubungan Bodoh ✔ LENGKAP

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines