Fast and Easily

Fast and Easily

  • WpView
    Reads 432
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 9, 2021
WpInfo
Fanfic
EXO
Oh Sehun-lelaki tsundere berparas tampan, rahang yang tegas dan pahatan indah di wajahnya membuat semua ekspresi yang diukir di wajahnya tidak melunturkan ketampanannya-termasuk ekspresi datar andalannya. Dingin? Bukan hanya hujan, salju, ataupun angin besar yang membuat suasana menjadi dingin. Tetapi berdekatan dengan Oh Sehun pun bisa membuat suasana dingin bak sedang terintimidasi. Maupun itu oleh tatapannya, lirikannya, dehamannya, suaranya, ah! pokoknya semuanya. Tetapi.. Ada apa dengan gadis itu? Mengapa dia seperti tidak terintimidasi oleh tatapan Sehun? Apakah dia tidak merasakan hawa dingin yang terpancar dari aura sang Sehun? Atau.. apa dia terlalu hangat hingga tidak merasakan dingin itu? Gadis polos bersurai hitam kecoklatan dan mata rusa yang mampu menyihir siapa saja untuk tenggelam ke dalamnya. Tidak pernah melewatkan harinya-bahkan detiknya, untuk membaca jika ada waktu luang. Komik, novel, wattpad, webtoon dan apapun yang bisa dibaca adalah objek untuk mencurahkan hobby-nya. Ya.. kecuali buku pelajaran-oops!
All Rights Reserved
#378
snsd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • Ineffable [HunRene]
  • Someday For You (Oh Couple_Sehun_Hayoung)
  • Cold idol
  • Will You Be There?
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]
  • [✓] Musuh Kampretku • YoonHun
  • Covered • Osh ✓
  • Liquid [HunRene]

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines