Hujan yang tak pernah usai.

Hujan yang tak pernah usai.

  • WpView
    Reads 2,342
  • WpVote
    Votes 929
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 13, 2021
Mon, 16th November #1st of Shofi #1st of Penyukahujan #2nd of karyapertama Wed, 18th November #1st of karyapertama Thurs, 3rd December #2nd of Halte Hujan Rinjani adalah cewek antik penyuka hujan. Dia percaya bahwa tak ada yang lebih menyenangkan selain hujan. Karena hujan lah dia masih mau melanjutkan hidupnya. Padahal sudah banyak tekanan yang meluluh lantakkan dirinya. Semua tekanan itu berasal dari kehilangan orang orang terdekatnya. Kita semua pasti merasakan bagaimana sakitnya ketika orang terdekat tapi tak bisa lagi disapa dari bumi. Sampai suatu ketika, semesta mendaulat dewa untuk mewarnai kekelabuan hidupnya, Dewa yang bisa menamatkan fantasi nya tentang hujan. Kadang, memang perlu orang baru untuk menjejaki jalanan baru di hidup ini. Sampai terlalu larut, bahwa tak semua orang bisa selalu berniat baik. Sekuy, follow dulu. Biar lebih akrab :3
All Rights Reserved
#88
kisahkasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • I Hate Rain
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • The Rain
  • Rainfall✔[Completed]
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • Peluk Luka Hujan
  • Until The End Of Story
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Gadis Hujan

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines