Bangkit
  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 26, 2020
Aku berjalan menyusuri lorong malam sepi nan gelap. Pandanganku pada langit tua. Cahaya bintang berkelap kelip mulai hilang oleh kesunyian malam. Cahaya bulan malam ini begitu indahnya. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan? Konflik dengan orang tua karena tidak lulus sekolah. Hari ulang tahun yang gagal di rayakan? Dan hadiah sepeda motor yang terpaksa di kubur dalam-dalam karena tak lulus, belum lagi si adik yang menyebalkan? Teman-teman yang konvoi merayakan kemenangan, sedang aku?
All Rights Reserved
#118
bangkit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • FOR MY LINTANG [Revisi]
  • Auristela
  • My Beloved Enemy
  • DEARWA [END]
  • STAR
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Memories in Moon
  • Siluman Tak' Bernyawa

Malam itu, langit begitu gelap, hanya diterangi cahaya temaram dari lampu jalan yang menyinari setiap sudut kota. Aku berdiri di depan gerbang rumah, menatap ke arah jalan raya. Hatiku berdebar, ada semacam keheningan yang menyesakkan di dada. Kegiatan perpisahan di sekolah baru saja selesai, dan meskipun acara itu penuh tawa dan ceria, ada perasaan aneh yang mengendap di dalam diri. Mungkin ini karena aku tahu, hari itu akan menjadi hari terakhir kali kita bertemu dalam keadaan seperti ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines