Pradipta | Kth

Pradipta | Kth

  • WpView
    MGA BUMASA 66
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Mar 26, 2020
Dipta, billionaire yang harus terjebak hidup bersama seorang gadis unik yang selalu membuat emosinya tidak terkendali. Hidup bersama Rashel itu penuh tantangan. Rashel, gadis yang sering menggagalkan kencannya dengan para jalang dengan mengatakan hal yang cukup bodoh menurut Dipta. "Dosa kau sudah melampaui batas, Dipta. Hentikan permainanmu dengan para jalang, hiduplah seperti pada umumnya!" Dipta memperlihatkan smirk-nya, "Aku tahu kau ingin merasakan surga dunia bersamaku, bukan? Ayo, akan ku ajak kau mencapai kenikmatan yang tiada taranya, Rashel!" Rashel merinding mendengarnya, dan lebih menyeramkan lagi saat Dipta mengucapkan hal yang tidak ingin didengar Rashel sama sekali. "Rashel, menikahlah denganku agar kita mencapai nikmatnya surga dunia."
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • CUDDLE
  • Master Hong's Lucky Bride
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • Romantic Story About Kim Jisoo
  • 𝐋 𝐎 𝐓 𝐔 𝐒
  • Jangan Sentuh Saya, Dokter! [FULL CHAPTER]
  • Open Arms
  • GANGSTA
CUDDLE

"Waah, hadiah di pertemuan pertama dengan satu tamparan, bukankah ini keterlaluan," racau Vee. "Harusnya kau menciumku, atau bagaimana kalau kita di ranjang saja, bukankah kau ahli untuk urusan seperi itu, Nona Rose?" Rose tercekat bagai menelan duri, ditatapnya nanar pria di depannya, ada apa ini, bagaimana pun Rose dapat menyaksikan betapa frustasinya seorang Vee Kanesh Bellamy, disamping perkataan ngawurnya, Rose melihat kedalam kelam matanya yang terlihat menyimpan beribu kegelisahan, Rose sangat mengenal Vee, namun perkataan yang baru saja diterimanya sangat menyakitkan. Rose ingin menimpali, namun Vee lebih mendahului. "Aku dengar kau kembali dengan putrimu, aah apakah itu hasil pegulatanmu yang menjijikkan dengan si Jeffry, atau kah dengan pria lain diluar sana?" Lagi, Rose merasakan panas di telapak tangannya yang baru saja hinggap di pipi tirus si pria, ia tidak pernah membayangkan sedikitpun kata-kata bak belati yang perih saat menyayat seluruh tubuhnya itu keluar dari mulut orang yang paling dicintainya namun, detik ini juga, orang itu adalah orang yang paling di bencinya. "Jangan bicara lebih atau kau akan menyesal di setiap ucapanmu, dan saat itu terjadi, aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa-apa walau kau mencoba sujud sekalipun," ucap Rose dingin menatap sengit pria yang masih menampilkan tingkah angkuhnya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman