Pradipta | Kth

Pradipta | Kth

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 26, 2020
Dipta, billionaire yang harus terjebak hidup bersama seorang gadis unik yang selalu membuat emosinya tidak terkendali. Hidup bersama Rashel itu penuh tantangan. Rashel, gadis yang sering menggagalkan kencannya dengan para jalang dengan mengatakan hal yang cukup bodoh menurut Dipta. "Dosa kau sudah melampaui batas, Dipta. Hentikan permainanmu dengan para jalang, hiduplah seperti pada umumnya!" Dipta memperlihatkan smirk-nya, "Aku tahu kau ingin merasakan surga dunia bersamaku, bukan? Ayo, akan ku ajak kau mencapai kenikmatan yang tiada taranya, Rashel!" Rashel merinding mendengarnya, dan lebih menyeramkan lagi saat Dipta mengucapkan hal yang tidak ingin didengar Rashel sama sekali. "Rashel, menikahlah denganku agar kita mencapai nikmatnya surga dunia."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • CORNERED BY THE CEO
  • Jangan Sentuh Saya, Dokter! [FULL CHAPTER]
  • Darah dan Tahta
  • Open Arms
  • 𝐋 𝐎 𝐓 𝐔 𝐒
  • Romantic Story About Kim Jisoo

"Thank you for being a cherished chapter in my journey, and thank you for graciously including me in the beautiful story of yours." *** 19 tahun usianya kala itu saat desakan keluarga dan keadaan mengharuskannya untuk pergi dari rumah dan mempertanggung jawabkan atas kesalahan yang dia lakukan bersama dengan prianya. Keberkahan yang dilabeli tittle salah karena tak sengaja mengizinkan satu nyawa kecil untuk tinggal didalam perut. Tidak mudah. Susah. Guncangan besar baginya diusia muda karena dituntut untuk mengurusi keluarga itu membuat dia seperti mendapat kejatuhan hingga dia tenggelam dalam lautan tanggungjawab jawab besar. Membesarkan bayi itu tidak mudah. Merawat nyawa kecil yang berisik setiap saat itu tidak mudah. Menjadi ibu muda itu tidak mudah. Mengorbankan banyak mimpi dan hidup dalam hunian dengan nama keluarga baru yang sedang berusaha mekar juga tidak mudah. Tetapi di atas segala ketidakmudahan yang mengikat selalu saja ditemukan, dirasakan, dan didapati bagaimana alirasan perasaan hangat setiap kali dia melihat bagaimana prianya dan bayi kecil itu tersenyum dan memanggil dirinya kompak dengan sebutan; rumah. Sampai akhirnya dia bisa lepas dan ringan mengakui bahwa memang seperti inilah jalan hidup yang harus ditempuhnya. Seperti ini alur garis takdir-takdir Tuhan yang diperuntukkan untukknya. Membina keluarga lebih awal yang awalnya tak dia inginkan, malah seiring waktu berkembang menjadi keluarga besar yang banyak menebar hangat dan kebahagiaan untuk banyak orang. Start: 150723 End: 170923

More details
WpActionLinkContent Guidelines