MENGAGUMI DALAM DIAM

MENGAGUMI DALAM DIAM

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 29, 2020
Seorang gadis bernama "Daniyah Nurafifah" santriwati dari pompes nurul huda bogor, yang mencintai seorang ikhwan bernama "Muhamad Akbar Alhafiz" namun cinta itu hanya berujung mengagumi dalam diam.... Namun siapa sangka setelah beberapa tahun kedepan Akbar pun mencintai Afifah namun sayang akhirnya berujung kandas☹️ _________________________________________ *"Assalamualaikum:) maaf kalau agak aneh, ini cerita pertama saya"*
All Rights Reserved
#220
ridho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Love Story In Friendship [End]
  • Cinta dalam do'a
  • Gus Rizal My Husband [HIATUS]
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • SABIL
  • NAYYARA
  • MENYAPA  MELALUI DOA
  • CINTAKU HANYA SEBATAS MENGAGUMI
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines