Gulungan Luka yang Terus Mengusik

Gulungan Luka yang Terus Mengusik

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2020
Peristiwa lampau yang dialami Kaina Arrasyia tidak pernah benar-benar membawanya pada titik damai bahkan sampai hari ini. Cemas yang diperoleh berasal dari kejadian buruk masa lalu telah membentuknya menjadi gadis yang betah menutup diri. Ia mungkin baik-baik saja seperti yang terlihat. Tetapi, sesungguhnya luka itu masih menganga namun dibiarkan begitu saja. Gadis pengecut itu terlalu takut untuk memulai kembali langkah kecilnya. ••• "Aku memiliki cerita tentang aku dan luka yang bersanding. Ketika aku jatuh, lalu bangkit sendirian. Kembali jatuh lantas berjuang sendirian. Hingga saat aku terpuruk, kemudian mencoba bertahan dengan bayanganku sendiri." Ini tentang gadis yang menapak di bumi dengan segala macam rasa dilalui. Tidak peduli bagaimana ia mendapatkan kebahagiaannya. Kebahagiaan yang hanya mampu direfleksikan dalam sebuah tulisan, serta angan semu pada buku diary. "Aku Rasyia, sebutlah aku begitu."
All Rights Reserved
#77
kuat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REKSA: The Last Bell
  • CHAGRIN
  • Goodbye
  • 2 Dimensi
  • Diary Raka [Selesai]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Raymentara
  • MY CRUSH

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines