When We Were Young

When We Were Young

  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 10, 2022
Mejaku terlihat penuh dengan sampah, aku hanya diam dan memunguti sampah itu. Sebenarnya kalau aku mau aku bisa saja mematahkan kaki atau tangannya atau bahkan lehernya. Hanya saja aku tak ingin menodai sabuk hitamku hanya untuk hal ini. ... "Lo itu pembawa sial! Jangan kerja disini deh.. kasian yang punya tempat!!" ... "Cantik-cantik budek" cibirya sambil menyikut lengan Yuri. ... "Jadi guru privat buat gue" celetuk Revan tiba-tiba. . . .
All Rights Reserved
#323
youth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shitometri Love [Juara Kedua]
  • Can You Love Me? | SEOHO | END
  • My First Love [END]
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • PERMEN, GAN?
  • DEE [Manusia Setengah Buah-Buahan]
  • DeaSea
  • 2035 : This Is My Choice [JoongDunk]
  • Why Fake Love?
  • My Bad Boy Berondong (Lengkap)

[Boys Love] "Anjiir ... gila si nolep ini, nggak cuma cewek atau cowok doang yang naksir, setan juga naksir," Gue Yudhayaksa Rahagi, Cowok nolep kalau kata temen fujo akut gue si Ayu, tapi kata nyokap gue ganteng, kok! Meski kaca mata gue tebel, tapi gue percaya nyokap, lagian juga ada buktinya, hidung gue tinggi, alis gue tebel, tinggi badan gue juga nyentuh 180 cm nggak kalah sama bintang lapangan basket yang digilai cewek-cewek. "Yudha ... kalau lu belok, lu jadi uke apa seme? Badan lu bagus, cocok jadi seme, tapi lu kadang ngang-ngong, bego dan soft juga ke gue, cocok jadi uke," "Lu udah gue jual ke kolektor batu akik, biar kening lu mengkilap," "Setan aja gencer banget ngegoda gue, masa lu diem-diem bae?" "Mau jadi pacar gue?" "Nggak dulu, lu mirip tokek polkadot yang nempel di tembok kantin,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines