Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
MAGIC & MYSTERY

MAGIC & MYSTERY

  • WpView
    LECTURES 94
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 29, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Aku dan Keluarga-ku sama saja dengan keluarga yang lainnya. Namun, semua berbeda ketika usiaku 17tahun. Apa kamu tahu rasanya takut dan tidak bisa tidur? Takut yang tidak bisa kamu jelaskan kepada siapapun, bernafas pun sulit. Apa kamu pernah merasa sedang diperhatikan? Diperhatikan puluhan pasang mata yang kamu sendiri tidak bisa melihatnya. Aku mengalami semua itu. "Tuhan.. jauhkan kami dari jiwa-jiwa yang tidak tenang. Segala makhluk yang tidak bisa berdamai dengan kami. Kami memiliki tempat yang berbeda. Jagalah ruh kami dari segala yang buruk untuk malam ini dan selamanya, amin." berdoa. Ini awal dari ceritaku, Akleema Jamilla Jones.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Memories in Moon
  • The Dark Side(END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • 7. Titik Terakhir Senja
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • BALADA KEHIDUPAN
  • WOOS

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu