MAGIC & MYSTERY

MAGIC & MYSTERY

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 29, 2020
Aku dan Keluarga-ku sama saja dengan keluarga yang lainnya. Namun, semua berbeda ketika usiaku 17tahun. Apa kamu tahu rasanya takut dan tidak bisa tidur? Takut yang tidak bisa kamu jelaskan kepada siapapun, bernafas pun sulit. Apa kamu pernah merasa sedang diperhatikan? Diperhatikan puluhan pasang mata yang kamu sendiri tidak bisa melihatnya. Aku mengalami semua itu. "Tuhan.. jauhkan kami dari jiwa-jiwa yang tidak tenang. Segala makhluk yang tidak bisa berdamai dengan kami. Kami memiliki tempat yang berbeda. Jagalah ruh kami dari segala yang buruk untuk malam ini dan selamanya, amin." berdoa. Ini awal dari ceritaku, Akleema Jamilla Jones.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • Memories in Moon
  • ZiAron [END]
  • 7. Titik Terakhir Senja
  • WOOS
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • THE AXE

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines