Ingkar
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Beberapa hal terjadi diluar pemikiranku sebelumnya. Tak ada terpikir menjadikanmu salah satu yang terindah,namun aku gagal. Kau kujadikan rumah,tempat paling nyaman melepas kesedihan,lelah,dan tempat terbaik untuk pulang.kau tempat berbagiku,aku adalah apa yang kau sambut hangat,kau jaga sepenuh hati,menjadikanku seolah berarti." Bagaimana jika nanti rumah yang ku anggap berarti berpaling? Mengusir pemilik lama dan mempersilahkan yang baru bertamu dan menetap bersamamu? Masihkah kau layak ku nanti? Masih kah kau pantas ku anggap berarti? Diujung jalanmu nanti,jangan berjanji. Kau perlu hanya perlu membuktikan. Apakah kau layak ditunggu? Atau kau ingkar dengan segala sikapmu yang lalu?
All Rights Reserved
#84
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • HUSBAND FOR ME ~ LEE JENO NCT X OC (FanFict)
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Terlambat? ( Completed )
  • Between Us
  • My Junior My Love ✔️
  • 1 menit 20 detik
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • ZIVANA(ON GOING)√

" Aku tidak pernah memikirkan kehidupan percintaanku seperti apa yang akan aku jalani dimasa mendatang. Sebelumnya, aku pernah memiliki kisah cinta jauh sebelum aku mengenalmu. Yah.. kamu selalu membahasnya dan mengungkit wanita-wanita itu. Aku mungkin terlihat seperti pria brengsek yang selalu bermain dengan wanita. Asalkan kamu tahu Call, aku hanya sekali jatuh hati pada seorang wanita dan itu berlangsung tidak begitu lama. Aku mengerti rasanya patah hati karena kecewa. Aku tidak pernah membayangkan jika kamu hadir dalam hidupku. Sejak kamu bersamaku, aku selalu berpikir seperti apa aku dimatamu? Sudahkah aku menjadi satu-satunya orang yang selalu kamu pikirkan? Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta itu seperti sebuah bisikan melodi yang mengetarkan hati terasa indah dan mampu membuatmu bersenandung . Sekarang aku mulai merasakannya. Baiklah, kemungkinan terbesar yang aku alami saat ini adalah bahwa aku sudah diserang oleh harapan untuk benar-benar mendapatimu dalam pelukanku".

More details
WpActionLinkContent Guidelines