Lampu Yang Terakhir

Lampu Yang Terakhir

  • WpView
    Reads 311
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 18, 2020
Seungkwan takut akan kegelapan. Ia benci bahwa saat gelap, ia tak bisa melihat satu pun orang. Ia lebih benci lagi fakta bahwa dirinya yang memiliki keterbatasan dalam mendengar harus mendengar suara suara yang manusia normal tak bisa dengar. Belum lagi dirinya hanya tinggal bersama ayahnya yang cinta bekerja di rumah yang besar. Hansol membutuhkan pekerjaan demi menghidupi kebutuhan adiknya dan dirinya. Sudah lama ditinggal orang tua, tidak dapat membuat dirinya menikmati masa mudanya. Masa mudanya hanya berisi dengan dirinya yang menjadi pelayan di suatu rumah besar di pertengahan kota. Ia harus mencari pekerjaan lagi saat pemilik rumah besar itu memutuskan untuk memecatnya. Untuk beberapa bulan, ia harus bekerja serabutan. Sampai akhirnya, ia bekerja tetap di suatu rumah besar yang terasa aneh, menurutnya. Rumah tersebut memiliki banyak sekali lampu.
All Rights Reserved
#117
hansol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Throne
  • CONGRATULATION, I MISSED YOU, I LOVED YOU....
  • Baby Boo || VerKwan [✓]
  • Si Pemalu
  • Comeback To Me, Bad Guy!
  • Love Diet 🔞
  • My Boss (VerKwan)
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • My Lover Online {VerKwan}[✔️]

Dari gemerlapanya lampu panggung dan tingginya gedung-gedung pencakar langit yang menyala indah di setiap malamnya. Hingga senyapnya angin malam juga indahnya ukiran rumah-rumah kuno dan corak pakaian dan perhiasan. ''bulannya terang sekali malam ini'' ''putra mahkota harus dibawa pergi malam ini''.

More details
WpActionLinkContent Guidelines