The Last Hope : The Phoenix

The Last Hope : The Phoenix

  • WpView
    Lectures 91
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., avr. 23, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Hidup sebagai remaja yang tidak ingat masa kecilnya sendiri. Diadopsi hanya untuk dijadikan asisten rumah tangga. Dengan luka bakar yang menggores sebelah matanya. Membuat dunia tidak memihaknya. Satu satunya teman baginya, hanya seekor burung pipit kecil dengan warna merah yang terlihat aneh. Begitulah bagaimana Alicianna menjalani detik demi detik kehidupannya. Namun, apa jadinya jika ternyata luka bakar yang ia miliki dapat menguak kebenaran dari masa kecilnya? Apa jadinya jika ternyata burung pipit yang ia beri nama Pixie itu sebenarnya bukan burung pipit? Apakah masa kecil Alicianna memang seperti anak perempuan sebayanya? Atau ternyata berhubungan dengan dimulainya Perang Dunia ke-2? Petualangan seorang perempuan melintasi waktu dan kenangan tidak luput dari bahaya dan musuh yang mengancam. Dialah Alicianna Die Letzte Hoffnung.
Tous Droits Réservés
#30
action-adventure
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • My Girlfriend Is A Shadow
  • ...
  • Princess Of Magic World [END]
  • Golden Hour
  • Lihat Aja Langit (Batch 1)
  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • Hidden Secret
  • Twinblossom

Di suatu hari, seorang anak remaja berusia 16 tahun tengah duduk di sebuah taman belakang sekolah yang sudah sepi dari para murid SMA Garuda di Jakarta. Saat itu, remaja tersebut sedang menangis dalam diam sembari menyandarkan kepalanya di batang pohon. Matanya terpejam kuat, isaknya kian terdengar walau sudah ia tahan. Nama pemuda tersebut adalah Aiden William Abhivandya. Singkat kata dan singkat cerita, dia mengalami depresi karena Ayah dan Ibunya yang baru saja meninggalkan dia untuk selamanya. Tidak, bukan meninggal, melainkan meninggalkan dia hanya seorang diri tanpa di temani siapapun. Ya, dia sendiri, dan apakah kisahnya akan berakhir sampai situ saja? Tentunya tidak. Kisahnya berlanjut kembali ketika ia bangun dari kamar mandinya, dan ia terkejut dengan adanya 'sosok wanita berparas cantik' duduk di sofa ruang tamunya. Siapa dia? Apa gadis cantik itu hantu? Dengan rasa takut yang sudah memupuk di dalam hatinya, ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada gadis cantik yang tengah menatapnya dengan lekat. "Kau ... siapa?" tanya Aiden dengan raut wajah bingung. Gadis tersebut tersenyum lalu bangun dari duduknya, ia mengulurkan tangan kanannya dan kemudian tersenyum manis, "Aku ... adalah 'bayanganmu, Aiden." Pertemuan dan perkenalan saat itu membuat Aiden langsung jatuh terduduk lemas karena dia baru saja mendengarkan kata-kata yang tak dapat ia pikirkan dengan nalarnya. "Dia ... bayanganku?" Ia tersenyum, "Konyol sekali!" Dan pada akhirnya, Aiden menganggap bahwa gadis cantik tersebut adalah gadis aneh. Dan ... kisah dilanjut ke Eps 1 oke 👻 Bye.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu