MAHKOTA
  • WpView
    Reads 3,562
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
Prolog ___ Malam ini seharusnya menjadi malam kebahagiaan untuk Azkia. Malam yang memang ditunggu-tunggu olehnya dan dua puluh santriwati yang lain. Azkiya mengenakan gamis biru langit, dan kerudung lebar berwarna senada. Ada selendang yang dikenakan di bahu kiri menyerong kanan ke bawah bertulis 'Wisudawati 20 juz Al-qur'an' di sana. Ia juga mendekap sebuah sertifikat, dan sebuah piala sebagai penghargaan sebagai Santri Penghafal tercepat. Azkiya baru saja merasakan amat bahagia, saat namanya dipanggil di atas panggung. Matanya terus mencari keberadaan sang mama di antara para hadirin. "Uwa, mana mama?" tanya Azkiya saat turun dari panggung, dan menemukan Titin di sebelah kanan para hadirin. Bukannya menjawab, Titin membalasnya dengan ciuman di kening, dan kedua pipi gadis itu. "Uwa bangga sama kamu, Kiya. Tinggal sepuluh juz lagi, Sayang," ucap Titin sambil membingkai wajah Azkiya. Gadis itu tersenyum sambil mengangguk. "Iya, Uwa. Tapi, mama mana? Masa wisuda gini juga nggak ke sini?" Wanita itu menatap lekat kedua mata Azkiya. Ia menimbang-nimbang untuk berkata jujur tentang kedua orang tuanya. Jika disembunyikan terus menerus, Titin merasa iba kepada Azkiya. Akan tetapi, jika ia jujur, ia takut hal tak diinginkan terjadi. ___ Ini tentang perjalanan seorang Hafidzah. Bagi yang ingin mulai menghafal, yuk dibaca! Di dalamnya, ada tata cara menghafal lhoo!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Ijbar [Selesai]
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Dhazella, My Soul's Healer
  •  bisikkan di sepertiga malam ku
  • Basmalah || Tahap Revisi
  • TAUTAN CINTA [ Revisi ]

Afiza Nur Zahra, seorang santri yang sangat mengagumi Gus nya, Muhammad Aidan Ghazanfar. Putra dari seorang kyai besar pemilik pondok pesantren Al-Hamid. Gus muda yang paham agama dan cuek terhadap lawan jenis. Namun, seiring berjalannya waktu perasaan kagum telah berubah menjadi cinta. Tak heran jika banyak juga santri yang dibuat kagum oleh akhlak serta pemahamannya tentang agama. Tak ada yang bisa Afiza lakukan selain merayu Rabb nya di sepertiga malam. Akan kah doa Afiza yang bertarung di langit menjadi pemenangnya? { Penasaran dengan kisahnya? Gass langsung baca yukkk } ♡HAPPY READING♡ Note : Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Ini cerita pertamaku dan murni hasil dari imajinasi sendiri, apabila masih banyak kesalahan dalam hal menulis mohon di maklumi yaa hehe. JANGAN LUPA FOLLOW DULU SEBELUM BACA ⚠DILARANG PLAGIAT⚠

More details
WpActionLinkContent Guidelines