BackToBack

BackToBack

  • WpView
    Reads 369
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
Pernah gak sih kalian terpikir untuk bertemu dia lagi? Iya, dia. Dia yang sudah sering manyakiti, menyalahkan, bahkan sering maninggalkan. Lalu dia tiba tiba datang dengan alasan ingin menyelesaikan kesalah pahaman. ♡♡♡ "Kita dipertemukan kembali bukan tanpa alasan. Kita bersama lagipun sudah ditakdirkan. Jadi tak ada lagi kata kebetulan. Semua itu sudah murni rencana dari Tuhan. Dan kamu tahukan jika Tuhan telah berkehendak, tidak ada yang bisa melawannya?" "Ingat ya, kita bertemu lagi cuma karena sebuah kebetulan. Lo yang sering nyakitin dan ninggalin tiba tiba ingin dimaafkan? Hellow.... gak punya kaca ya dirumah." **** Saya penulis amatir. Saya baru dalam dunia tulis menulis. Jika ada kesalahan dalam pengetikan mohon dimaafkan. Cover by :@itsmeizzaa Jangan lupa follow, vote dan coment ya. **selamat membaca** #Follow IG author @fadipi @frisdwiput785
All Rights Reserved
#967
teen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inersia
  • BARA POSSESSIVUM
  • About Time
  • About Times
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • LOVE OF THE PAST
  • LENRIC [ALBERIC2]
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Possessive Badboy [END]
  • FIZYA
Inersia

Awalnya tidak ada yang salah dengan Risyafa Airen. Seorang murid perempuan tingkat akhir di sekolah menengah atas. Eh, ada yang aneh satu hal. Perempuan ini hobi membolos. Sekolah udah seperti punya Ayahnya aja! Satu kejadian di kelas membuat Revanza mau tidak mau berhubungan dengan Risya, karena Revan menyenggol teman seperjuangannya Risya. Berawal dari kejadian itu, tanpa disadari "tidak ada yang salah" dengan Risya ternyata hanya luarnya saja. Revan tidak tau bagaimana Risya menghadapi semuanya. Menghadapi rentetan kejadian yang meremukkan hati, mematahkan harapan dan menghancurkan hidup seolah tidak berujung. "Karena pada dasarnya manusia cuma pengen dihargai dan didengarkan. Itu semua udah cukup untuk menenangkan diri, kalau abis ini: semuanya bakal baik-baik aja. Emang sih cuma kata-kata dan kedengeran bullshit. Tapi, kata-kata ini yang bikin orang jadi semangat untuk lanjutin hidup, bahkan ketika dunia menyuruhnya untuk menyerah."

More details
WpActionLinkContent Guidelines