Story cover for Diary Stella by galuhcan
Diary Stella
  • WpView
    LECTURAS 301
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 4
  • WpHistory
    Hora 47m
  • WpView
    LECTURAS 301
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 4
  • WpHistory
    Hora 47m
Continúa, Has publicado mar 27, 2020
Cerita ini bermula saat Shaka, seorang siswa 11 IPA 1 yang terkenal pendiam bertemu dengan siswi yang begitu usil yaitu Stella. Kesan pertama yang menjengkelkan bagi Shaka saat bertemu dengannya, secara kebetulan mereka duduk satu bangku di kelas. Tentunya setiap hari mereka tak pernah akur, namun sebuah pentas drama memaksa mereka berdua untuk saling bekerja sama. Awalnya Shaka menolak, sebab pentas seni drama theater membawa kenangan pilu bersama mantan pacarnya. Dengan segenap usaha Stella coba membujuknya, dan apakah akhirnya Shaka mau? Dan apa nantinya mereka berdua akan berlaga dalam pentas drama?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Diary Stella a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#333sahabat
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Gemini cover
Your Deepest cover
Sunda Manda [COMPLETED] cover
Kacamata Hitam Si Jomblo cover
Antara Luka & Cinta Baru cover
Tak Pernah Terungkap cover
SEPULANGNYA AKU BERLAYAR cover
Jangan Berpaling Dariku cover
(TERBIT) FBS [6] | Tiga Arah Pulang ✓ cover

Gemini

11 partes Continúa

Gemini; Tentang Dia yang Pergi Hanya ini yang bisa kutuliskan sebagai rasa penyesalanku padamu. Andaikan kau membacanya, pahamilah. Pahamilah penyesalanku, pahamilah rasa bersalahku, pahami, tapi jangan kembali. Apa aku salah, saat aku menginginkan ia tak kembali? Apa aku salah, saat kutakut bahkan mendengar nama itu saja? Apa aku salah, saat aku menyalahkan diriku atas salahku? Aku, Regan Geminandra, manusia paling salah sedunia. Aku, Regan Geminandra, orang terbodoh sedunia. Aku, tak pernah berharap agar ia kembali. Tapi, bagaimana caranya aku minta maaf bila ia tak kembali? Apa ia tau akan rasa penyesalanku ini? Ah, aku berharap ia dapat tahu, ia dapat paham, tanpa kuberitahu. Biarlah aku disini, terdiam ditelan dan dihujam rasa bersalahku sendiri. Biarkan aku, jangan cari aku, jangan sebut nama itu. Satu nama, hanya nama itu saja. Ayu.