Beberapa hal yang sebenarnya tak perlu kau tahu, tapi perlu untuk menghargai.
Disaat yang sama, di waktu yang sama.
Di detik yang sama pula.
Se-alur perasaan, datang. Bersama sekucup luka yang tengah mengumpat.
Aku tahu itu. Sebuah pertanda, bahwa kau tahu aku kuat.
Soal pasti, aku tak pernah memaksa.
Karna rasa, hanya dimiliki olek pemilik, bukan peminta.
Bolehkah aku mengungkap?
Tentang siapa yang sebenarnya berperan? Hati atau logika.
Hati memilih, logika mencegah.
Jika hati terus mengelak, dan logika pun ikut pasrah. Lalu siapa yang berperan sebagai protagonis?
Datanglah membawa hal positif, meski luka memang harus menyusul.
Karna, dimana ada memulai, risiko pasti mengikut.
Aku hanya percaya, pada pencapaian akhir.
Menyesali, menerima, memperbaiki.
Aku sayang kamu, untuk saat ini, dan biarkan waktu berperan untuk membatasi.
~abi~
Warning!!!! ⚠️🔞
Baca dengan bijak, terdapat adegan yang tidak boleh di baca oleh anak di bawah umur
"gue nganggep lo lebih dari itu nau"
"emang salah ya kalo gue punya perasaan lebih ke lo"
"apa lo juga punya perasaan sama kayak gue"
"gue bisa ngelakuin apapun demi Lo, bahkan nyawa gue jadi taruhannya"
di sisi lain seorang gadis cantik sedang melamun dan gelisah dengan perasaannya yang selalu terbayang-bayang oleh seorang laki-laki
"masa gue suka sama dia"
"apa ini yang namanya cinta, tapi masak iya sih"
"kalo bener itu cinta, gue harap lo juga ngerasa hal yang sama sya"
"tapi masak iya sih, terus kalo mama sama momy tau gimana kan malu gue apa lagi Dady sama papa aduh mati gue"