DAS BLEIBT

DAS BLEIBT

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 13, 2020
Beberapa hal yang sebenarnya tak perlu kau tahu, tapi perlu untuk menghargai. Disaat yang sama, di waktu yang sama. Di detik yang sama pula. Se-alur perasaan, datang. Bersama sekucup luka yang tengah mengumpat. Aku tahu itu. Sebuah pertanda, bahwa kau tahu aku kuat. Soal pasti, aku tak pernah memaksa. Karna rasa, hanya dimiliki olek pemilik, bukan peminta. Bolehkah aku mengungkap? Tentang siapa yang sebenarnya berperan? Hati atau logika. Hati memilih, logika mencegah. Jika hati terus mengelak, dan logika pun ikut pasrah. Lalu siapa yang berperan sebagai protagonis? Datanglah membawa hal positif, meski luka memang harus menyusul. Karna, dimana ada memulai, risiko pasti mengikut. Aku hanya percaya, pada pencapaian akhir. Menyesali, menerima, memperbaiki. Aku sayang kamu, untuk saat ini, dan biarkan waktu berperan untuk membatasi. ~abi~
All Rights Reserved
#15
kulkasberjalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Mencintai Tanpa Terluka 1 {END}
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Assalamualaikum Cinta
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • TRAUMA
  • Maaf' (Revisi)
  • memory

"Hari ini, aku akan berhenti. Aku bangga pada diriku, aku tidak melakukan sesuatu yang berlebihan lagi. Ulang tahunnya tak terasa spesial bagiku. Tidak ada keinginan untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuknya. Rupanya kamu selalu berhasil mendorongku menjauh. Aku pernah, menginginkan kabar darimu. Aku pernah ingin menjadi orang paling penting dalam hidupmu. Aku ingin menjadi yang utama dan pertama. Tapi, sejak kemarin, aku tahu sesuatu. Aku tahu bahwa chatmu denganku hanya dilakukan diwaktu luang." Raya mencintainya, dalam diam selama 4 tahun lamanya. Namanya Tio, sayangnya teman yang kemudian menjadi sahabatnya itu lebih memilih mengejar Vira. Bukan tak mengetahuinya, Tio tahu bahwa Raya menyukai dirinya, namun ia memilih untuk berpura-pura tidak tahu. Tidak pernah terlintas dalam benak Tio untuk membalas perasaan Raya, sedikitpun dia yakin dirinya tidak menyukai Raya. Bagaimana jika Raya mulai menjaga jarak dengan Tio? Bagaimana jika Raya sudah tidak bisa merasakan perasaan sayang untuk Tio? Akankah ceritanya jika suatu saat keadaannya berbalik?

More details
WpActionLinkContent Guidelines