Beberapa hal yang sebenarnya tak perlu kau tahu, tapi perlu untuk menghargai.
Disaat yang sama, di waktu yang sama.
Di detik yang sama pula.
Se-alur perasaan, datang. Bersama sekucup luka yang tengah mengumpat.
Aku tahu itu. Sebuah pertanda, bahwa kau tahu aku kuat.
Soal pasti, aku tak pernah memaksa.
Karna rasa, hanya dimiliki olek pemilik, bukan peminta.
Bolehkah aku mengungkap?
Tentang siapa yang sebenarnya berperan? Hati atau logika.
Hati memilih, logika mencegah.
Jika hati terus mengelak, dan logika pun ikut pasrah. Lalu siapa yang berperan sebagai protagonis?
Datanglah membawa hal positif, meski luka memang harus menyusul.
Karna, dimana ada memulai, risiko pasti mengikut.
Aku hanya percaya, pada pencapaian akhir.
Menyesali, menerima, memperbaiki.
Aku sayang kamu, untuk saat ini, dan biarkan waktu berperan untuk membatasi.
~abi~
All Rights Reserved