We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAKSA
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2020
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Aidan Satya Putra, seorang lelaki muda, pendaki gunung, dan anggota Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) di kampusnya. Mendaki, menyapa hutan rimba, dan mendengar seruan satwa hutan bukan lagi hal baru baginya. Ada banyak tempat yang sudah dikunjungi, dengan berbagai kisah yang berbeda. Ada suka, duka, dan konflik yang seringkali terjadi. Aidan merupakan seorang lelaki yang keras, tangguh, dan liar. Tetapi tetap saja, ditengah keluarganya, ia tetap menjadi seorang yang penyayang terhadap Ibu dan adik-adiknya. Teman-teman, selamat membaca, dan selamat tenggelam di dunia aksara. Penulis, Riko Febrian
All Rights Reserved
#15
mapala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Hilir Harapan
  • THE BARAT
  • Memeluk Pohon [Completed]
  • Jenggala
  • Analog Melankolis
  • Hutan Terlarang [END]
  • Titik Nol Paling Sunyi
  • PULANG DALAM DEKAPAN GUNUNG SALAK
  • Lawu & Kisah Baru

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines