Hana gadis manis yang selalu dikuncir satu,matanya bewarna coklat,kulitnya putih,Hana adalah murid pindahan dari sma bandung ke sma bayangkara jakarta,takdir memilih mempertemukan Hana dan Angga di sma bayangkara,Angga cowok tampan,dingin,dan cuek,meskipun begitu Angga merupakan idaman para murid cewek di sekolah,tetapi ada satu fakta yang membuat semua cewek mundur untuk mendekati Angga,yaitu Angga tidak pernah berpacaran,karena trauma masa lalu nya,Hana yang mulai menyadari kalau dia mencintai Angga harus menelan fakta tentang Angga,apakah Hana mampu menghilangkan trauma masa lalu Angga? Seandainya Hana mampu apa cinta mereka akan berjalan mulus? Jawabannya tidak jalan cinta mereka dipenuhi berbagai rintangan
*perhatian ini cerita pertama yang aku buat jadi tolong di maafkan kalau masih banyak typo yang bertebaran,dan masih banyak yang salah katanya*
"Nana berusaha menggenggam mawar dari Angga terlalu erat" Lirih Nana mengucapkan kalimat itu, "Sampai durinya melukai Nana begitu dalam". Sebait analogi kecil tercipta, menggambarkan dengan jelas apa yang terjadi di hati Nana.
Angga tetap bungkam. Sakit. Perih. Ia tahu ia sedang melukai hati Nana. Hati yang tulus mencintainya.
"Nana-" Gadis itu lagi-lagi terisak. "Apa Angga bukan lagi untuk Nana seorang?"
Ah kalimat itu. Hati Angga ditikam sangat dalam. Pertanyaan itu tak mampu ia jawab. Lidahnya kelu.
"Apa ada hati yang lain?" Nana bertanya lagi.
Iya. Ada. Maafin Angga. Angga membatin. Ia tak sanggup lagi melukai Nana lebih dalam. Hatinya harus memilih. "Mawarnya ngga mau melukai Nana lagi. Mawarnya harus pergi" Jawab Angga lirih.