Land of Promising

Land of Promising

  • WpView
    Reads 2,306
  • WpVote
    Votes 352
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 12, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Pernah kah kamu mendengar puisi di kala perang? Ketika darah bersimbah dan prajurit menari-nari atas kemenangannya, lalu menyanyikan himne tentang tanah yang menjanjikan. Yang mati akan dibiarkan termakan oleh gagak dan yang selamat akan dibawa bersama harta rampasan perang. Di sini, di tanah ini. Di mana konflik antar ras bergejolak, membuahi perang 100 tahun untuk memperubutkan hak kesetaraan antara Khii'tar, Khii'dar, N'asman, N'asmar, dan Odar. Seorang N'asman, manusia, laki-laki yang mati sebagai prajurit di medan perang dan ditarik oleh para N'asmar sebagai budak, memikat hati seekor gagak ketika kota kacau oleh serangan balasan dari N'asman. Sebuah janji pun terikat di antara mereka. Kemudian, perjalanan panjang untuk mengakhiri perang 100 tahun pun dimulai.
All Rights Reserved
#23
politic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gandakusuma
  • "WAR CRY"
  • Di Bawah Nol (Book 1)
  • Takdir Protagonis (Selesai)
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Transmigrasi Alexa [Selesai]
  • The Northern Vow (END)
  • Para Penjelajah (Book 2)
  • A tale from the battlefield
  • GRACLE BLACKSMITH (Segera Terbit)

Lima tahun lalu, Yara, gadis belia yang baru menginjak 12 tahun itu diusir karena dinilai mengancam kedaulatan kerajaannya. Dia dituduh berkhianat hingga rela membunuh ibu serta abdi-abdi setia yang mengetahui rencananya. Kemudian, sebagai cara untuk menebus kesalahannya, alih-alih diberi hukuman mati, dia hanya diasingkan ke sebuah desa terpencil di perbatasan. Hidup di pengasingan mengajarkannya bertahan, membangun kekuatan, dan merancang rencana balas dendam. Kini, Yara kembali dalam balutan kain sutra, menyamar sebagai penari di perayaan kemenangan perang dari Putra Mahkota kerajaan musuh yang disebut menjadi dalang dari alasannya diusir dari istana. Tujuan Yara hanya satu: menancapkan keris ke jantung sang Putra Mahkota! Namun, saat belatinya hampir menuntaskan dendam, lelaki itu malah tersenyum, seakan sudah menunggu saat ini sejak lama. "Yara, akhirnya kita bertemu lagi," ucap sang Putra Mahkota dengan sebaris senyum di wajahnya. Tak hanya senyumnya yang terasa janggal. Alih-alih menebas lehernya, Putra Mahkota justru mengumumkan sesuatu yang mengguncang dua kerajaan. Mereka akan... menikah! Terperangkap dalam pernikahan politik dengan musuhnya sendiri, Yara harus mencari tahu alasan di balik semua ini. Apakah ini jebakan? (10 April 2025-) copyright © 2025 by Pimenovaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines