NEVERTHELESS a.k.a ATAREL
(UPDATE & REVISION)
[ CERITA INI AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT.] (15+)
[on going]
Pahitnya kepedihan, rasa sakit yang pernah ia alami di dalam lingkaran keluarga, sahabat, dan orang-orang sekitar, sudah ia rasakan berulang kali. Membuatnya menjadi pribadi yang berbeda dari dulu yang orang lain kenal, dingin dan membuatnya menjauh dari keramaian kenyataan.
Sampai seseorang menghampirinya, mencoba untuk mengenggam bersama. Apakah orang itu bisa, membuatnya kembali lagi seperti pribadi yang dulu lagi?
---
"Ta, gue suka sama lo." ujar Karel sembari memegang lengan Ataya yang dingin.
Ataya tampak berpikir sebentar sebelum sebuah kalimat terucap di mulutnya.
"Yaudah lo suka aja kan? terimakasih."
Cowok itu melototkan matanya bulat. "Bukan sekedar suka aja, gue sayang sama lo!"
Ataya, cewek dingin dengan sejuta rahasia tentang nya menyeringai sinis. "Belajar dulu sana, yang rajin." ujarnya dengan melepas genggaman tangan Karel, kemudian meninggalkannya sendirian.
"Mungkin hari ini lo nolak gue, tapi besok lo pasti nggak akan bisa nolak gue Ta. Gue nggak bakal nyerah sampai sini saja. Karena lo itu istimewa buat gue."
---
Bagi Karel, menyukai Ataya adalah suatu hal yang tidak mudah. Teman satu kelasnya itu dingin, juga cantik dengan sejuta rahasia, bahkan sempat memikat banyak cowok di sekolahnya. Tetapi, dengan sifat dinginnya tersebut akibat masa lalu yang menimpa, akankah ia bisa menerima Karel untuk menghiasi masa abu-abunya?
Warning! Cerita ini mengandung bawang bakal buat kamu nangis, sedih, bahagia sampai senyum-senyum sendiri,... See ya langsung baca❤
Aku akan Up secepatnya, agar cerita cepat selesai- Happy reading💞
Silahkan SHARE ke temen-temen kalian semua
.
.
Salam Manis
BumbleeBee_
[Ambassadors' Pick: July 2022 oleh Wattpad AmbassadorsID]
Ava Rayna Tsabita begitu kaget saat manusia es yang beberapa hari ini hanya bisa didengarnya tanpa berani dia tatap tiba-tiba duduk di depannya. "Sepertinya kita menghadapi masalah yang sama. Jadi saya akan duduk disini. Gak usa ngomong, gak usa ngobrol, gak perlu kenalan. Cukup diem aja dan kerjakan apa yang kamu kerjakan."
"eh," gumam Ava tidak mengerti apa yang cowok yang ternyata gantengnya gak main-main ini, eh maksudnya manusia es, ini katakan. 'Dan, duh kaku banget cara ngomongnya. Apa perlu saya bilang, oke Anda bisa duduk di sini,' ringis Ava.
*
Aksa Satria Baskoro sudah muak dengan segala gangguan saat duduk sendirian di tempat itu. Dan gadis itu, Aksa tidak peduli namanya, sepertinya mengalami hal yang sama. Dulu sewaktu SMA tidak ada yang berani mendekat padanya. Masa awal kuliah ini benar-benar menyebalkan. Dia kembali harus menunjukkan ke orang sekitarnya bahwa dia punya taring, tanduk, gigi dan kuku tajam.
Jadi, dia akan memanfaatkan gadis itu. Mereka akan sama-sama diuntungkan. Masih sama, Aksa tidak mau direpotkan dengan kegiatan yang disebut - berteman -