We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Gevoel
  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ayninda clarisa dia tidak cantik tapi dia manis. Memiliki bola mata yang indah seperti bulan sabit. setiap lengkungan senyumnya membawa kebahagiaan bagi orang lain. Tapi ini beda risa seseorang yg tak begitu suka keramaian dia lebih suka keheningan. Dia tidak suka berada di antara banyak orang. Dia tidak suka dengan adanya orang baru ia rasa hidupnya sudah cukup ia tidak mau terlibat dalam kehidupan orang lain. "Kenapa lo cuek banget?" "Kenapa kamu bertanya seperti itu?" "Kenapa lo ga jawab pertanyaan gua?" Risa menghembuskan nafas gusar, ia tidak suka dengan orang yang banyak tanya. "Saya ga merasa cuek. Mungkin kamu yang terlalu berfikir seperti itu." "Tapi gua sayang lo" "Lalu" risa menanggapi dengan malas "Lo gamau bilang sayang ke gua juga gitu" "Liat tulisan di sana ga" risa menunjuk tulisan si sebrang.Erlangga membaca tulisan itu "silahkan coba lagi besok" Lalu setelah itu risa meninggalkan erlangga sendirian yg masih sibuk dengan jawaban risa. Erlangga menampilkan senyum nya "Berarti maksudnya dia minta gua perjuangin lagi besok!"
All Rights Reserved
#301
erlangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • THE CLIMB [Completed]
  • DANADYAKSA
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Im Yours.
  • MEISYA
  • GRIZLEN {On Going}
  • Males, ribet.

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines