Senja
  • WpView
    Reads 611
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Ini tentang seseorang yang sama cantiknya Seperti senja. Ini tentang dia yang selalu aku tunggu setiap harinya. Ini juga tentang bagaimana cinta itu tumbuh kembali. Dia adalah manusia yang terlalu sempurna untuk diriku yang tak luar biasa. Cinta tumbuh melewati berbagai rintangan. Cinta yang tumbuh melewati sekilas kenangan. Cinta ini tumbuh lewat sebuah perasaan. Dan ini tentang senja yang lupa akan tempat tinggalnya... Juga tentang Hujan yang lupa akan kemana ia turun... *** Senja bagaikan kisah kita. Indah tetapi hanya sementara... *** CERITA INI AKAN UPDATE SESUAI JADWAL DAN AKU AKAN KONSISTEN DALAM PEMBUATAN CERITA INI... DO'AKAN SEMOGA LANCAR, AAMIIN...😍:-🏵
All Rights Reserved
#340
senja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Senja dan Langitnya
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Sementara [COMPLETE]
  • True Love??!
  • STORY ALEXA & JUAN (END)
  • Terima Kasih, Senja!
  • Diary [COMPLETED]
  • Gone(✔)🔚
  • Senja dan Jingga

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines