PENGAP HARAP
  • Reads 346
  • Votes 34
  • Parts 12
  • Reads 346
  • Votes 34
  • Parts 12
Ongoing, First published Mar 28, 2020
Jika nanti nyawaku sudah terbang mengudara, tulisan ini satu-satunya jejak yang kutinggalkan.
Di setiap harinya, aku habiskan waktu dengan murung dan merenung, membaca, menghisap sebatang teman kecil yang selalu menjadikanku batuk setiap harinya, serta memikirkan perihal-perihal lain tentang hidup, dan hidup setelah mati. kehidupanku penuh dengan tanda tanya, kehidupan yang dulunya aku rancang semasa kecil mulai berkeliaran tak beraturan, seperti asap rokok yang setelah dihembus entah kemana perginya, tak tentu.
Bathinku terus menerus dihantam, pikiranku terus menerus dihantui, hingga mati menjadi pilihan satu-satunya yang paling kunanti.
Barangkali kehidupan mencoba untuk mempermainkanku, ya... Mempermainkanku selama 20 tahun lamanya (seumur hidup).
Hingga pada akhirnya rasa pesimis akan berumur panjang mencuat kepermukaan, kegelisahan selalu membuatku ingin cepat-cepat tertidur panjang dalam keabadian, mati muda.
Aku meradang dan tersingkir. Mengembara sebagai orang kalah. Akankah nasibku setragis Kurt Cobain, pemusik yang candu benar akan kehancuran, yang terlunta-lunta dilamun pikirannya sendiri, menembaki kepalanya dengan senapan laras panjang, hingga pecah berserakan? Atau lebih parah? Entahlah... Yang pasti, hidup mulai kurasa seperti api kemalangan yang tak pernah padam.
All Rights Reserved
Sign up to add PENGAP HARAP to your library and receive updates
or
#20depressi
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rengkuh Rasa, Remuk Raga cover
Rembulan Yang Sirna cover
Back [ SAKURYO ]  cover
Gus Arsya Is My Husband [Hiatus] cover
30 AKSARA MAHABBAH [ON GOING] cover
My SIN (GXG iam Lesbian)  cover
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
Buku Baru Untuk Kekasih Lama cover
DIKSI SANSEKERTA cover
The Queen Sheyna (END) cover

Rengkuh Rasa, Remuk Raga

58 parts Ongoing

Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** ©2025