Serendipity

Serendipity

  • WpView
    Reads 413,886
  • WpVote
    Votes 31,745
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
" Keberuntungan yang tidak sengaja ku temu kan". Farel adalah pria berumur 27 tahun. Kehidupan nya sederhana. Saat ia sedang menunggu client di sebuah caffe tidak sengaja ia mendengar pernyataan seorang perempuan yang membuatnya tertegun dan juga luar biasa. Membuatnya langsung ingin memiliki perempuan tersebut. Ia bertekad, jika perempuan seperti inilah yang ia cari. Perempuan dengan prinsip hidup yang menurutnya luar biasa. Tidak tersentuh, namun sangat mengagumkan. " Putus lagi ?". Ayasa hanya mengangguk dengan pertanyaan Bilqis sembil menyesap lemon tea. "Kali ini kenapa?". Ayasa melambaikan tangannya jengah. "Dia minta cium, gue gak ngasih. Yaudah dia milih putus!. Yaudah. End!. Loe tau gue gimana. Gak ada dalam kamus gue di sentuh sebelum menikah. Kita ini perempuan, pihak yang paling di rugikan dalam hubungan pacaran!. Dan laki-laki adalah makhluk yang tidak pernah ada puasnya. Di kasih sekali, besok minta lebih. Benar kan?!". Bilqis mengangguk saja. Itu memang benar.
All Rights Reserved
#647
arsitek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Is You (Tamat)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Reyna Aprillia
  • Arsyilazka
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • My Lecturer is My Husband
  • Bukan Mantan Pacar
  • BAPER [COMPLETED]

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines