ENIGMA Simulator

ENIGMA Simulator

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Katamu kau mencintaiku, namun tak kau lepaskan genggaman tangannya. Katamu kau menyayangiku, namun pelukmu terlalu erat mendekapnya. Bodohnya aku, tetap menanti pada harap tak pasti. Menunggumu bagai mengantung di pinggir curamnya tebing dan menumpu harap pada sebatang pohon rapuh nan ringkih. Menggapaimu bagai berjalan diatas serpihan beling yang tajamnya mampu menembus kulitku. Aku terluka, tapi kau tetap buta. Menutup mata menganggap semua adalah biasa. Bisakah kau sudahi ini ? Semua terasa amat menyakitkan bagiku. Akankah kau datang menyelamatkanku ? Atau pergi bersamanya, membiarkan aku terjatuh, tenggelam dalam air mata luka.
All Rights Reserved
#4
tekatekicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • REDUM ✓ [Sudah Terbit]
  • Aksara Lingga
  • Red [Cerita Pendek]
  • Thanks for all
  • Angel
  • Friendzone?
  • Regrets of Love
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines