I Love You, Wangfei

I Love You, Wangfei

  • WpView
    Reads 27,004
  • WpVote
    Votes 2,610
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 31, 2021
WpInfo
Fiction
Historical
[HIATUS] "Wangye, bagaimana dengan ikatan pernikahan denganku? Aku tak akan cemburu jika kau membawa banyak selir dan tak akan ikut campur pada urusanmu. Aku hanya minta satu kondisi pada Wangye,.. Biarkan aku hidup nyaman tanpa khawatir apapun, baiklah?" Hari itu, di taman yang dipenuhi bunga mawar merah, gadis yang luar biasa menawan itu juga memakai baju semerah bunga mawar. Tapi, ia sama sekali tak tenggelam dalam lautan mawar merah. Itu sebaliknya, ia terlihat jauh lebih mempesona bagaikan ada sihir di sekitarnya yang membuat dirinya lebih cemerlang, bagai ratu dari para bunga mawar itu. Hari itu, ia dengan berani mengungkapkan hal seperti itu pada seorang pangeran sepertinya. Ia yang dikenal sebagai pangeran es dan raja perang berdarah dingin, yang tak pernah berpikiran untuk menikah dan melanjutkan garis keturunan, tercengang karena gadis yang baru tumbuh menjadi wanita muda dihadapannya. Panggilannya Yue Ya, seorang gadis kampung yang tinggal di sebuah desa terpencil, hasil dari hubungan yang tidak sah, dan berhubungan dengan rumah bordil. Ia mengalami dua kehidupan dan perlahan mencari keberadaan asal-usulnya. Di usia begitu muda, ia memenangkan hati banyak orang dengan perilaku manisnya. Ia mendaki perlahan dan mendekatkan diri pada para pangeran kekaisaran yang datang ke desanya. Ia mengelola rumah bordil menjadi nomor satu di kekaisaran dan bertemu dengan ayah biologisnya. Ia kembali memenangkan semua yang diinginkannya dan tumbuh tanpa ragu, tak peduli dengan segala tuduhan dari pihak luar. "Jadi apa? Bagaimana jika aku adalah putri yang tidak sah? Ini tidak seperti aku menginginkan itu terjadi. Jadi bagaimana dengan itu? Bahkan jika ibu asliku membuangku, ayah mencintaiku, bahkan ibu tiri dan para saudara tiri menyayangiku bagai permata. Paman Kaisar dan Janda Permaisuri bahkan melindungiku. Hal apa yang harus aku sesalkan di hidup ini?"
All Rights Reserved
#32
intrik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Absolutely Spoiled [End]
  • [END]Time

Sinopsis: Yu Zhiyi adalah anak yang lamban, mudah diabaikan sejak dia masih kecil. Namun Shi Yi yang berbakat dan cerdas suka membawanya kemana-mana. Membawanya ke dan dari sekolah, menunggunya pulang, menggunakan uang sakunya sendiri untuk membeli gaun kecil tercantik untuk diberikan padanya. Balita Shi Yi: "Jika kamu ingin menjadi seorang putri, maka aku akan membangun kastil untukmu." Remaja Shi Yi: "Ayo pergi ke luar angkasa bersama. Aku akan menghitung bintangnya, tapi karena kamu bodoh, kamu tinggal menghitung bulannya saja. " Tahun dimana Yu Zhiyi ditinggalkan, Shi Yi membawanya ke rumahnya dan melindunginya sepanjang musim panas: "Kamu sangat menggemaskan, layak untuk dicintai." Saat mereka berusia 18 tahun, Shi Yi melamar; saat mereka berusia 22 tahun, dia menjadi Nyonya Shi. Yu Zhiyi terpilih menjadi 'ibu' saat bermain rumah, tapi itu sangat menakutkan teman bermainnya sehingga mereka berteriak, "Yu Zhiyi begitu s * upid, aku tidak ingin menjadi anaknya yang bodoh." Karena itu, dia hanya bisa berdiri di sana dan menatap anak-anak lain yang bermain bersama. Shi Yi yang lewat menjemputnya, "Kamu sedikit bodoh, kamu perlu menemukan pasangan yang memiliki IQ tinggi untuk menyelamatkan anak-anakmu di masa depan." "Lalu... lalu siapa yang harus saya cari?" "Karena kita bertetangga, saya akan mengizinkan Anda menjadi Nyonya Shi ketika kita sudah dewasa!" Ketika Shi Yi berusia 18 tahun, Yu Zhiyi yang biasanya pemalu memberinya jam tangan mahal dan kartu berbentuk hati berwarna merah. Shi Yi hanya melirik arloji tapi mengambil kartunya. Mengangkat sepasang mata bunga persiknya yang menawan, "Memberi saya sesuatu yang sangat mahal, apakah itu pembelian impulsif?" Wajah wanita muda itu memerah saat dia mengucapkan empat kata, "Itu ... sengaja direncanakan!" * Author : Jiang Luo Luo

More details
WpActionLinkContent Guidelines