But Not Right Now

But Not Right Now

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 29, 2020
Menjadi sosok wanita yang berusaha selalu terlihat tangguh ternyata tak mudah, diusianya yang belia Abel sangat kekurangan perhatian dari kedua orang tuanya yang sangat sibuk bekerja dan sangat jarang pulang ke rumah. Kisah cinta selama masa SMA yang dialami Abel pun biasa saja menurutnya, mendapatkan lelaki perfect berkali-kali tak membuatnya mudah jatuh hati. Selama itu pula hubungannya tak pernah pakai perasaan. Dalam benak Abel tak perlu berpacaran serius selama SMA karena disitulah pengalaman akan tercipta. Namun bagaimana jika ia malah terjebak cintanya sendiri yang rumit di masa kuliah? Bersama keempat sahabatnya ia berusaha mengukir cerita untuk menyempurnakan hidupnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • Sister or More
  • The Chance
  • Ruang Rasa
  • GAMEL (NEW STORY)
  • Paguyuban lima sekawan✔️
  • ALEENA

Raski tak pernah menyangka bahwa sebuah ajakan sederhana dari sahabatnya, Alfa, akan menjadi awal dari kisah yang menggugah hatinya. Semua berawal dari ajakan nonton film horor bareng teman-teman kampus-kegiatan biasa yang berubah menjadi momen luar biasa. Gugup, malu, tapi diam-diam berharap. Duduk bersebelahan dengan Dwi, gadis yang baru dikenalnya, membuat perasaan Raski berkecamuk. Dari genggaman tangan tak sengaja di bioskop, hingga tawa bersama di dalam photo booth, perlahan-lahan jarak di antara mereka memudar. Namun, apakah semua ini hanya perasaan sesaat? Atau mungkinkah ini awal dari kisah yang sebenarnya? Dalam dunia yang serba cepat dan penuh kejutan, Raski belajar bahwa cinta tak selalu hadir dalam bentuk megah. Kadang, ia datang dari percakapan canggung, tawa kecil, dan detik-detik sederhana yang bermakna. Karena ketika hati mulai bicara, tak ada lagi yang bisa disembunyikan. Dan Raski pun mulai menyadari... mungkin, dia memang telah menjadi milik Dwi-sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines