start from harted

start from harted

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Brayen, lo ngapain disini?" Tanya ku sedikit bingung. "Mm...ya, sorry. Gue ngeliat lo disini dan..gue coba nyamperin lo kesini." Dengan wajah yang agak kikuk. Ya..ada apa dengannya?, wajahnya sedikit tegang. "Mau ngapain lo ngikutin gue?" Tanyaku ketus. "Em...gue tau lo selalu emosi, lo selalu jengkel kalau ngeliat gue. Tapi, emm.." "Tapi apa??" Belum sempat meneruskan, naila langsung angkat bicara. "Taapi...gue jadi suka sama lo" Oh no...kaget, bingung, semua bercampur aduk. Naila diam seribu bahasa, dan memusatkan pendengarannya pada Brayen, memastikan apa yang barusan didengarnya. "Lo..lo bilang apa?" "Gue..gue suka sama lo.., eumm and you..do you love me? Eits..gini, gue tau lo juga suka sama gue kan..? gue yakin itu. Em..gue bisa ngeliat itu dari mata lo setiap gue mandang lo". Memegang tangan Naila yg dingin dan kaku. "Naila..do you love me?" Tatapan mata yang mendalam terhadap Naila, berharap Naila akan memberikan jawaban yang tidak akan membuatnya kecewa. Ya...dengan dorongan hati dan fikiran Naila, dengan terbata-bata mulut nya berkata. "Yes...I love you" "Are you serious?" "Yes..I'm serious". Tanpa menunggu lama, Brayen langsung memeluk Naila, dan berbisik.."thank you". Tiba tiba rintik-rintik air membasahi mereka. "Banguuunnn.....senyum-senyum sendiri, mimpi apa disiang bolong gini anak gadiis?." Naila langsung terperanjat dari tidurnya, melihat bundanya sudah berlalu dari kamarnya, dan meninggalkan sebuah kalimat. "Udah dzuhur Naila". Naila mengingat sesuatu. " Oh my god, mimpi apaan gue siang bolong gini. ih...pacaran sama cowok super dingin itu? Oh noo... Sial..!" gerutu Naila sembari bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Bersambung. Ya yaa...baru sekilas. Cerita apa ini? Mm...entah la, haha. Setidaknya penghilang bosan ditengah tengah tumpukan tugas tugas karena virus yang mewabah, hehe. Bye👋
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • GOOD STORY LOVE
  • Misi Kalisa (End)
  • KANG ADI SEKSI
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • Amor Eterno
  • Rannia√
  • Love It's You [COMPLETED]

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines