Teman

Teman

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
Ketika senyuman mengutarakan perasaan. Gadis itu lebih memilih untuk menutupi kesedihan. "Aku gapapa", seperti biasa, senyuman begitu mendominasi. Walau perih tak tertahankan. "Kenapa selalu bilang begitu? Aku yang mendengarnya aja bosan", pemuda itu menatap iba padanya. "Ini sudah biasa, malah sudah menjadi kebiasaan. Tidak usah terlalu mencampuri urusanku, kita hanya teman tidak lebih dari itu", pemuda itu mengeraskan rahangnya, giginya menggeletuk menahan amarah. "Aku sadar diri, kamu sudah dengan yang lain dan selama ini aku hanya sebagai teman yang entah kamu anggap ada atau pura pura ada. Dan sekarang kamu datang bicara seakan kamu peduli. Dimana perasaanmu?", cukup. Abhi sudah habis kesabaran. Dengan tega Abhi pergi meninggalkan gadis itu. Aya menatap nanar dirinya. Meratapi kebodohonnya, Aya sangat menyesal. Jika bunuh diri halal, sudah sejak lama ia memutuskan nadinya. Entah lah, ia seperti tidak mempunyai semangat hidup. Hanya satu makhluk ciptaan Tuhan yang ia rasa masih bisa menjadi pundaknya, Adhyastha. Semoga ia masih menerima dirinya kala keluarga dan sahabat sahabatnya begitu membencinya. Bagaimanakah kelanjutan cerita Aya yang menurutnya hanya dianggap sebagai teman oleh Abhi? Yuu baca kelanjutan cerita akuuu:) Selamat membacaa!!!😉
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • Zidan With Syakira
  • Sejenak Luka
  • When the Rain Stops Following Me
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Juan [REVISI]
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}
  • Hilang

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines