KITA
  • WpView
    LECTURAS 1,145
  • WpVote
    Votos 171
  • WpPart
    Partes 52
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 15, 2024
Kita, hanyalah remaja yang seharusnya menikmati hari dengan tawa. Kita, diciptakan untuk memulai, bukan mengakhiri. Kita, adalah sebagian dari makhluk bumi yang mengharapkan kedamaian dari apa yang sudah terjadi. Sekuat apapun melawan, goresan luka akan terus tercipta. Sehebat apapun bertahan, takdir tak mengizinkan bersatu. Berdamai dengan masalalu memang sulit, tapi tak menutup kemungkinan untuk melakukan. Bahagia milik semua orang, damai hak setiap orang, dan tenang selalu menjadi candu bagi yang merasakan. Harapnya adalah, semua itu bukan pelarian dari kenyataan yang sudah ditetapkan. Malam ini, akhirnya mereka sama-sama tau, 'Hanya luka yang akan terus menemani.' ** Namamu, seperti Aksara yang kutulis dalam keheningan malam. -Alisha Kamu terlihat sepi dalam keramaian, jiwa dan raga seakan terpisah. Tapi kamu seakan terlihat baik baik saja, mengatakan bahwa tak perlu ada yang dikhawatirkan. -Aksara Ini kisah Aksara dan Alisha. Mohon maaf kalau ada kesamaaan nama, alur, dan tempat 🙏🙏 Pandeglang, 29 Maret 2020
Todos los derechos reservados
#296
alisha
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • JAM 3 SORE
  • The Story of Philosofia (Bluesy)
  • Cinta Yang Terbagi (END) BELUM REVISI
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Aracha
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • HILANG [Segera Terbit]
  • ARABELLA [Hiatus]
  • About Love •End•
  • Lentera Senja [SUDAH TERBIT]

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido