BUKAN IMAM IMPIAN

BUKAN IMAM IMPIAN

  • WpView
    Reads 5,129
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 17, 2021
Rumah tangga didasari oleh kepercayaan. Jika hilang, maka bahtera rumah tangga akan goyang. Dan jika sudah goyang, lalu salah satunya tidak mau berjuang. Maka akan hancur. Saat sudah hancur, pernikahan akan berada di ujung tanduk. Pilihannya hanya dua, bertahan atau berpisah. Amira itu perempuan yang akhlaknya baik. Sebagian besar kaum adam kalau mengenalnya pasti punya niat untuk menghalalkannya. Tapi sayang, hatinya terpaut pada Rikza yang notabenya adalah anak sahabat Alm. Ayahnya. Mereka tidak dijodohkan, melainkan dipertemukan langsung tanpa direncana. Salah satu insiden, membuat keduanya hancur. Dan menjadikan salah satunya putus asa. Tidak sampai disitu saja. Rikza dihadapkan masalah menyaksikan wanita yang hendak mengakhiri hidupnya. Ia percaya takdir Yang Kuasa. Tapi apakah serumit dan sepanjang ini? Perlahan, Rumah tangga yang Amira dan Rikza bangun penuh bunga mulai layu. Siapakah wanita tersebut? Apakah insiden yang menimpa keduanya? Lalu bagaimana akhir pernikahan mereka? DILARANG COPY-PASTE HAK CIPTA DILINDUNGI YANG MAHA KUASA Pure, hasil pemikiran sendiri. Kalau ada yang bilang copas, itu tidak disengaja. Bisa jadi memang hati kita sama, makanya tulisannya sama. Hehe... :) Note : Judul sebelumnya : Between A Marriage Diganti menjadi : Bukan Imam Impian
All Rights Reserved
#137
kepercayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mutiaraku
  • Jodoh Terbaik [TERBIT]
  • ARJUNA.
  • STAY WITH ME |END|✓
  • Air Mata Surga ✔
  • ...
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • UNWANTED Marriage || Pernikahan Yang Tidak Diinginkan
Mutiaraku

"Gus, lepaskan hijab saya. Gus Nial tidak seharusnya di sini. Tugas Gus Nial sekarang adalah menyalami tamu dan tersenyum bersama dengan Neng Marwa. Bukan ke sini, hanya sebab menenangkan SAYA!" Mutiara menekankan kata "SAYA" diakhir ucapnya. "Kamu bahagia?" pertanyaan Gus Nial langsung direspon senyuman oleh Mutiara. "Sejak kapan saya sedih? Sejak kapan saya tidak rela? Sejak kapan saya tidak ikhlas? Saya sangat bahagia melihat Pernikahan Gus Nial dengan Neng Marwa," tutur Mutiara dengan membendung air mata yang hampir tumpah. "Kamu tidak mencintai saya?" "TIDAK!" "Kamu tidak punya perasaan sama saya?" "TIDAK!" "Kamu benar-benar rela?" "IYA!" "Saya mau pergi, Assalamualaikum," salam Mutiara lalu pergi meninggalkan Gus Nial sendiri. "Mutiara, tidak akan pernah menjadi Mutiaraku," lirih Gus Nial. ••• "Ternyata, pura-pura bahagia itu sakit, ya. Ternyata, pura-pura ikhlas itu berat, ya. Ternyata, pura-pura rela itu nyeri, ya." Mutiara menyipitkan matanya. ••• Ini cerita keduaku setelah selesai nulis Mahkota Impian Santri. Let reading. Be enjoy ya. Story by Lailiintan_ Started : 09 Agustus 2021 Finished :

More details
WpActionLinkContent Guidelines