Kisah Duka Zeliha

Kisah Duka Zeliha

  • WpView
    Reads 4,578
  • WpVote
    Votes 346
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jan 24, 2026
Menurut legenda, Raja Namrud memiliki putri bernama Zeliha. Gadis tersebut amat bersimpati ketika ayahnya memutuskan untuk membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup. Saat peristiwa pembakaran terjadi, hujan deras membungkus kedua pipi Zeliha. Gadis itu tak dapat membendung air matanya, hingga akhirnya bulir-bulir yang menetes dari kedua matanya terkumpul dan membentuk sebuah danau yang kini dikenal dengan danau Ayn Zeliha (mata Zeliha). 🍂🍂🍂 Ini adalah kisah tentang Zeliha, seorang istri yang melewati hari-harinya dalam deraian air mata sebab sang suami selalu menginginkan adik kandungnya. "Jika setiap waktu aku menangis, maka air mataku akan membentuk danau tersendiri yang menyaingi danau Ayn Zeliha di kota Urfa."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Wife
  • When Would It Be [TAMAT]
  • Stuck In H2SO4~Completed
  • TBL
  • Retak [End]
  • GENDHIS WIRASANA
  • AKSARA NAIRA
  • Dirimu Bukan Yang Dahulu(The Ends)
  • Pff! Kampret Dosen is My Husband!
  • LOVE A THIEF

Menikahi seorang gadis bisu bukanlah impian setiap lelaki mana pun, termasuk dirinya. Namun, Tian Aksara harus menerima kenyataan. Bahwa dirinya harus menikah dengan seorang gadis bisu melalui sebuah kesepakatan yang sudah direncanakan. Sebuah pernikahan yang terikat erat oleh sebuah perjanjian bisnis. Demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang berada di ambang kebangkrutan, Tian Aksara menerima garis takdir untuk menikahi Aluna Kanaya-seorang gadis tunawicara yang selama ini diasingkan dari dunia luar karena kondisi mental dan fisiknya yang dianggap berbeda. ​Namun, di balik perjanjian dingin yang digagas atas dasar ambisi dan keuntungan sepihak itu, Tian menolak menjadi pria licik. Di saat ayah dan adiknya diam-diam berencana memanfaatkan Aluna lalu membuangnya begitu posisi mereka aman, ketulusan Tian justru terusik. ​Bagi Tian, pernikahan adalah sakral. Begitu melihat kerapuhan Aluna dan menggenggam jemari mungilnya di altar, janji suci yang ia ucapkan bukan lagi sekadar formalitas bisnis. Tian membulatkan tekad untuk menjadi pelindung sejati, siap membentengi istri kecilnya itu dari kekejaman orang-orang di sekitar mereka. ​Dua insan yang dipertemukan oleh paksaan dan perjanjian, akankah keheningan dunia Aluna menemukan kedamaiannya di dalam kelembutan hati Tian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines