We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Berhenti Berharap

Berhenti Berharap

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini aku rombak semuanya . Jadi ceritanya dalam bentuk oneshoot . Dan memang cerita ini real life yah , cuman tema nya sama "berhenti berharap" kepada siapapun itu . Entah itu sahabat , pacar atau bahkan orang tua . untuk nama , tempat , latar belakang dan yang lainnya jika ada kesamaan itu benar-bentar tidak disengaja . Dan untuk nama sendiri aku samarkan karena emang si pelaku tidak ingin terpublic hanya berbagi ceritanya saja . Semoga kalian suka yahhhh ... dan jangan lupa like , comment dan share , follow juga akun ku yahhh ... kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan untuk membangun cerita nya ataupun kosa katanya agar lebih baik lagi ... Terima kasih semuanya.... selamat membaca 💕💕💕
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Belajar Hal Baru
  • Aku, Kamu & Jarak
  • Bukan Kita D.A.N
  • their story
  • TAK BERSAMBUT
  • It HURTS
  • Sejenak Luka
  • Waktu?

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines