Story cover for Enigma by icecreamhijau
Enigma
  • WpView
    LECTURAS 94
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 94
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado mar 29, 2020
'ini gila, dunia sudah gila!'

Pria itu berdiri,
Ia berniat untuk keluar dari kamar tersebut.
Saat sedang berjalan tak sengaja matanya menatap kearah cermin.
Ia lalu terpaku sejenak ,mulutnya menganga.
Dan sedetik kemudian teriakan terdengar.

"astagaaa, apa yang terjadi sama tubuh gue!!!".
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Enigma a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#653sadgirl
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  de DianYustyaningsih
93 partes Concluida
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
Summer Triangle  (Revisi) de Eiralune_
48 partes Concluida
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!" Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi. "Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!" Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa. Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira. Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya. "Gue takut mati di tangan lo, Are!" ✯✯✯ "𝙷𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚜𝚞𝚖𝚖𝚎𝚛 𝚝𝚛𝚒𝚊𝚗𝚐𝚕𝚎. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗, 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙳𝚎𝚗𝚎𝚋, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚓𝚎𝚖𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙰𝚕𝚝𝚊𝚒𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚅𝚎𝚐𝚊." -𝑪𝒉𝒂𝒒𝒊𝒓𝒂 𝑺𝒉𝒂𝒊𝒎𝒂 𝑳𝒐𝒗𝒊𝒆 ✯✯✯ ᴋᴀʟᴀᴜ ʙᴇʀʙᴀᴋᴀᴛ, ᴛɪᴅᴀᴋ ᴍᴜɴɢᴋɪɴ ᴘʟᴀɢɪᴀᴛ! #1 friends #1 Time travel #1 teen #1 frendszone #1 sahabat #1 sadstory #1 friendship #1 broken #1 brokenheart #1 rahasia
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Linear  cover
Misi Kalisa (End) cover
Rindu cover
Resya's Journey Of Life?  cover
"HANTU BAWEL" cover
[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT] cover
Serenity  cover
AFIKA [ END✔ ] cover
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
Summer Triangle  (Revisi) cover

Linear

8 partes Concluida

-fiksi, fantasi- Dia berjalan memasuki ruang kelas dalam diam. Hentakan kakinya sangatlah halus dan lembut. Rambut putih bersihnya tergerai di tiup angin sepoi-sepoi yang masuk melewati celah jendela. Matanya merah pekat seperti darah, tetapi di saat yang bersamaan sangat berkilauan seperti permata. Dia datang di hadapanku dengan tubuhnya yang mungil. Postur nya sangat ramping tetapi tidak terlalu kurus. Ketika itu, siapa yang menyangka kalau dia akan membawa perubahan pada dunia ku. Dunia kami. Dunia kita semua... Ruby, the null, Dan... Note: [Cerita ini berakhir cacat. Niatnya nanti kalau ada waktu bakalan aku tulis ulang dari awal. Buat kalian mau membaca silahkan. Dan selamat menikmati!]