Poor Girl

Poor Girl

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2020
"Kak. Apa ayah gak sayang ya kak sama aku? Apa ayah udah lupa sama kita?." Ucap Rara dengan mata berkaca-kaca. Sontak hal itu membuat Lovi menitihkan air mata. Lovi memalingkan wajahnya ke sembarang arah, ia tidak mau terlihat lemah di depan Rara. Lovi mengusap air matanya, dan menoleh ke arah Rara. Lovi menarik Rara kedekapannya. Membiarkannya kembali tenang, Rara terisak. "Rara gak boleh ngomong gitu sayang. Ayah itu sayang sama kita. Mungkin ayah lupa atau ayah lagi sibuk." Lovi menenangkan dengan susah payah menahan tangisnya. "Hiks, trus ka..lo ayah sayang sama kita. Kenapa ayah gak pernah mau ketemu kita. Kenapa ayah bisa lupa sama ulang tahun Rara." Jujur, Lovi sudah tak sanggup lagi menahan isakannya. Ia juga bingung harus menjelaskan lagi seperti apa pada Rara. Mereka berdua hidup mandiri tanpa cinta kaaih sang ayah. Bagaimana kelanjutan kisahnya?? Skuuy bacaaaa!! Jangan lupa Follow, vote dan komen. #Sad #Cerita02 #Keluarga
All Rights Reserved
#3
lovi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEPARATED BROTHER [END]
  • Perfect uncle ✓
  • STRANGER [TAHAP REVISI]
  • Asha's Notes [Tamat]
  • SYAKIRA how are you?
  • Delapan Pemain Satu Batas 1
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • ALBARISUS ✔
  • Transmigrated as twins

Tian, seorang pemuda baik hati menghabiskan nyaris seluruh hidupnya untuk mencari sosok Bian, adik kandungnya yang telah hilang 18 tahun lamanya. Berbagai cara telah Tian lakukan untuk menemukan Bian. Tapi bahkan dalam jangka waktu selama itu, dia tak kunjung menemukan satu satunya keluarga yang masih dimilikinya itu. Bahkan Tian tidak tahu apakah Bian masih hidup atau sudah- Hingga disuatu pagi ketika dia mengantarkan roti pesanan pelanggannya, dia tidak sengaja terlibat masalah dan berakhir adu cekcok dengan sosok tuan muda kaya raya, bernama Barry Arya. Tuan muda itu angkuh, sombong, dan memiliki temprament yang sangat buruk. Tian berharap tidak akan pernah dipertemukan lagi dengan sosok itu. Cukup sekali dipagi yang sial itu Tian bertemu dengannya. Tapi rupanya Tuhan memiliki rencana lain. Siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya Tian malah membiarkan tuan muda sombong itu tinggal menumpang di apartemen sederhananya? Benar-benar tak terduga! Tapi sebenarnya siapa sosok Barry? Kenapa lambat laun Tian malah merasa anak itu tidak asing baginya? ... "Mana mungkin?! Bian tidak mungkin seperti dia! Kakak tidak tahu saja semenyebalkan apa dia. Tidak mungkin Bian ku yang manis dan lucu itu tumbuh menjadi seperti dia." -Tian- "Hei Tian! Memangnya apa yang salah denganku?! Lagipula siapa yang ingin menjadi Bianmu?!" -Barry-

More details
WpActionLinkContent Guidelines