Poor Girl

Poor Girl

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kak. Apa ayah gak sayang ya kak sama aku? Apa ayah udah lupa sama kita?." Ucap Rara dengan mata berkaca-kaca. Sontak hal itu membuat Lovi menitihkan air mata. Lovi memalingkan wajahnya ke sembarang arah, ia tidak mau terlihat lemah di depan Rara. Lovi mengusap air matanya, dan menoleh ke arah Rara. Lovi menarik Rara kedekapannya. Membiarkannya kembali tenang, Rara terisak. "Rara gak boleh ngomong gitu sayang. Ayah itu sayang sama kita. Mungkin ayah lupa atau ayah lagi sibuk." Lovi menenangkan dengan susah payah menahan tangisnya. "Hiks, trus ka..lo ayah sayang sama kita. Kenapa ayah gak pernah mau ketemu kita. Kenapa ayah bisa lupa sama ulang tahun Rara." Jujur, Lovi sudah tak sanggup lagi menahan isakannya. Ia juga bingung harus menjelaskan lagi seperti apa pada Rara. Mereka berdua hidup mandiri tanpa cinta kaaih sang ayah. Bagaimana kelanjutan kisahnya?? Skuuy bacaaaa!! Jangan lupa Follow, vote dan komen. #Sad #Cerita02 #Keluarga
All Rights Reserved
#135
rara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Si LIAR
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • LOVANIA
  • Transmigrated as twins
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • Asha's Notes [Tamat]
  • TEARS (Completed)
  • My Brother Raffa [On REVISI]
  • PONDOK SUARA [SELESAI]
Si LIAR

"Bangsat. Lepaskan! Dia anak loe tapi bisanya loe buat gitu!" orang yang ditusuk Reza adalah Bara yang tiba-tiba muncul diantara dia dan Roy. Barapun terjatuh dan Reza memapahnya. Reza gemetaran melihat Bara yang sekarat di depannya. Sementara Roy malah tertawa. "Mampus loe!" Roy melayangkan pisaunya tanpa persiapan Reza tak bisa menghindar. Reza mematung dan terdiam, Bara lagi-lagi yang kena tusuk. "Ayah, jangan!" Ucap Bara dengan darah yang keluar dari mulutnya. Bukannya kasihan Roy malah mendorong pisaunya. Melihat itu Reza langsung memegang lengan Roy untuk menahan pisau masuk lebih dalam. "Dia anak loe kenapa loe tega?" Kesadaran Bara hampir hilang. Matanya menatap keduanya dengan sayu. *Brakk* Seseorang langsung memukul Roy sehingga Roy melepaskan tangannya yang memegang pisau. Orang yang memukul Roy adalah Alex. Alex langsung meringkus Roy yang masih mau menyerang. "Bara ... Bara ... bertahan ya!" Ucap Reza namun sayup-sayup Bara hanya mendengar suara yang amat kecil. "Andaikan aku bisa memilih, aku tak mau hidup begini!" ucap Bara dalam hati sebelum matanya menutup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines