DERMAGA DUA HATI

DERMAGA DUA HATI

  • WpView
    Membaca 683
  • WpVote
    Vote 71
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 21, 2022
Penantian 1 tahun sudah menguras lelahku akan rasa rindu yang tak mampu aku ungkapkan dengan kata - kata. Dan dikala kita bersama kau acuh dengan harapanku akan pernikahan. Sedangkan kau lebih memilih untuk berlayar demi jemput masa depanmu. Diwaktu lain, siapa sangkah bahwa aku akan mengalami pertemuan konyol dan menumbuhkan benih - benih cinta yang membuatku akan jatuh dalam pelukan itu. Sedangkan aku masih terbawa kenangan akan masa lalu yang belum mampu aku lupakan. Dan kini aku dilema akan dua hati yang berlabuh bersama dihatiku diatas dermaga ini. Siapakah pilihan hati ini?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#286
duahati
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Warna Yang Hilang
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • SELAKSA CINTA
  • Yang Pernah Patah
  • Komandan Tampanku
  • Meneroka Jiwa 2
  • Between Us : One Heart Two Stories [On Going]

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan