We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Did You Kill Her?

Did You Kill Her?

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kematian Alice yang mengenaskan sekaligus misterius di tengah lebatnya hutan pinus nan berkabut membawa nama Mario sang pengusaha muda yang tengah berada di puncak kesuksesan terseret ke pengadilan. Sederet bukti dan kesaksian para saksi yang memberatkan Mario membuatnya terancam menjadi tersangka atas kasus kematian Alice tersebut. Namun, Mario bersikukuh bahwa bukan dirinya dalang di balik kematian Alice. Selain berjuang untuk meyakinkan khalayak bahwa dia tidak bersalah, di sisi lain Mario juga harus berusaha memperbaiki hubungannya dengan istrinya, Irina, yang terlanjur hancur gara-gara pengkhianatan yang dilakukannya. "Apa kau membunuh gadis itu, Mario?" "Aku mencintaimu, Irina. Aku bersumpah bukan aku pembunuhnya!" =================================== Cerita ini bergenre romance dengan bumbu Misteri dan Thriller. Disarankan untuk tidak dibaca oleh pembaca di bawah umur karena cerita ini mengandung konten dewasa, kata-kata kasar dan kekerasan. Bijaklah dalam memilih bacaan. Terima kasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red String
  • ZA&RA
  • Laut menyimpan rahasia ibu
  • Qiyamah Senja-completed
  • The Dark Prince
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • BUNGA API [SUDAH TERBIT/PART MASIH LENGKAP]

[Mature] Setiap hari mata biru sejernih lautan memandang merah panas api neraka di bumi dari balik dinding. Suara lolongan manusia meminta tolong terdengar kencang di telinga si wanita berambut emas, namun sunyi di telinga mereka para kaum aristokrat. Mereka yang tidak takut hukuman, karma, bahkan kematian. Menyembunyikan dosa di dalam kabut, mereka menutup rapat peti hukuman. Seorang jenderal, pelukis, pendengar, pembunuh, pelacur, pendendam, dan bangsawan. Berkumpul untuk menjadi pion yang membawa rahasia si mata biru hingga mati. Bergerak sebagai pion, berpikir seperti raja. Menghukum mereka yang tercatat di kertas kematian. Di dunia berdarah ini, yang hanya mengenal penindasan. Seseorang menghancurkan jiwanya untuk melindungi mereka. Pengorbanan tanpa nama untuk tujuannya sebelum ajal menjemput. Menarik semua garis merah, penulis skenario, menebak kemungkinan yang terjadi besok, dia menciptakan revolusi kegelapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines