The way of Destiny

The way of Destiny

  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 13, 2022
Cecilia, sarjana baru yang juga sekaligus pengangguran baru, sangat menikmati masa-masa joblessnya. Ia baru saja kembali dari menuntut ilmu di Ibu Kota. Berhari-hari berdiam diri dirumahnya membuat cecilia yang lebih akrab disapa Cece, mulai mencari kesibukan-kesibukan lain. Kegalauannya sama seperti sarjana-sarjana baru diluar sana, kegalauan sejuta umat. Nikah? Apa lanjut kuliah?. Sayangnya, menentukan pilihan adalah masalah terbesar dalam hidup Cece. Insecurity dan perang batin dalam dirinyalah yang pada akhirnya membawanya memilih jalan hidupnya sendiri.
All Rights Reserved
#459
jodoh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SURVIVING SURIA (COMPLETED)
  • Our Destiny
  • Ku Pesan Cinta Lewat Do'a (Completed)
  • DUA SUJUD
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • My Beloved Boyfriend
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • Have A Crush On You
  • Love At The First And Second Sight ( C H E R R Y )
  • Sebening Cinta

"Kumau kamu lepas jilbab itu selama terikat kontrak kerja denganku! Bagaimana?" ujarnya saat aku baru memasuki rumahnya. Sebenarnya hati ini mau menolak, tapi bayangan wajah kakak di balik jeruji, membuatku mengangguk pelan. "Satu lagi, kamu tidak boleh keluar dari kamar. Selain atas perintahku. Oh ya, jangan sembarangan membuka mulut!" tambahnya lagi. Aku melirik wajah dingin itu. Menakutkan. Kalau mau membatalkannya pun, sudah terlambat. Ku hanya bisa pasrah. What doesn't kill you, makes you stronger. Lalu dia memanggil salah satu pembantu, memintanya untuk mengantarkanku ke kamar. Pembantu itu membawaku ke sebuah kamar di ujung ruangan, mempersilahkan masuk lalu menutup pintu dan menguncinya dari luar. Aku duduk di tepi ranjang, membayangkan masa lalu dan masa depan. Hidup adalah serangkaian misteri Illahi. Sebaris kalimat ini, sudah cukup untuk mewakili sekelumit kehidupanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines