Kelas Tua 10.A (END)

Kelas Tua 10.A (END)

  • WpView
    Reads 400
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
WpInfo
Fiction
Horror
Wanita itu diam berdiri, terdiam dengan rambut panjangnya. Dia hanya menangis tersedu-sedu, tapi ada yang aneh. Terlihat tetes demi tetes darah pun dari wajahnya. sampai tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan melihatku dengan mata merah yang menyala. Aku tidak dapat bergerak, bernafas, berbicara ataupun mendengar dan disini sangat gelap jika saja aku tau akan seperti ini aku akan minta dikremasi saja. "Aku engga bisa bobok. " bisiknya, merayap ke arah bangkuku dengan kukunya yang sangat panjang dan angin pun tiba-tiba berhembus dengan kencang bersamaan dengan seringai di wajahnya yang semakin mendekat kearahku.
All Rights Reserved
#30
watty2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In The Depth Of The Forest
  • Step Brother [#1 FHS]
  • bisikan
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • Is Died
  • Teror Leak (Selesai✔)
  • Dedarah 「END」
  • Aleysia Heaven [Complete]
  • AURA [COMPLETE]
  • PETUALANGAN YANG TAK DI INGINKAN

Dia muncul di antara kabut senja, sosoknya bagai lukisan dengan rambut berwarna emas, berkilauan seperti benang perak yang menari di bawah cahaya rembulan. Kulit pucat lembut hampir transparan, dan matanya menyala samar, seolah mampu menenggelamkan jiwa ke dalam keheningan abadi. Di atas ranjang yang sunyi, tubuh kurus itu terbaring diam dengan napas lirih dan terputus-putus seperti lilin yang nyaris padam. Matanya menatap kosong langit-langit. Gadis pelukis duduk tak jauh darinya, kuas di tangan gemetar, mencoba menangkap cahaya terakhir yang masih bertahan di wajah anak laki-laki itu. Seberkas harapan yang tinggal sejenak sebelum waktu merebut sepenuhnya. "Alister Beckett.." Nama anak yang sedang sekarat menghitung sisa hari sampai malaikat maut datang menjemput. Rasa iba menyelinap ke dalam Gadis Pelukis saat ia menyaksikan derita, digiring perlahan menuju takdir yang kejam dan tragis. Ilustrasi gambar dari pinterest & AI (hanya sebagai ilustrasi saja) Semua ide & penulisan, semua pure dari penulis. Mohon supportnya ya readers☺️🙏 PEMULA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines