Endless Line

Endless Line

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Garis yg tidak berhenti, kehidupan yg berulang ulang, tidak ada yg benar dalam kehidupan yg tidak menemukan titik terang.. Itulah yg (Y/n) rasakan. Seseorang akan mati jika tujuannya berakhir bukanlah sebuah mitos belaka, siapa sangka ? itu menjerumuskan (Y/n) kepada kehidupan yang terus menerus berulang ulang Sepanjang garis yang tidak berujung- » My First Fanfic » POV acak » reader insert !
(CC) Attrib. NonCommercial
#678
readerinsert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Archetypal [Terbit]
  • [BOOK 1] The Villain Wants To Repent (BL)
  • Extra Character of Novel
  • (On Hiatus!) Reincarnated as A Useless Duke's Eldest Son
  • Sepenggal Cerita Hidup
  • The Moon and Her Love Story [END]
  • I Want To Die In Peace
  • ABOUT ERINE (orine)

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

More details
WpActionLinkContent Guidelines