Friendship Prison

Friendship Prison

  • WpView
    Reads 452
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah Seorang Cowok Playboy yang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Cinta yang ia berikan sangat tulus. Tetapi,hal tersebut terjadi tidak seperti yang ia bayangkan. Cowok sepertinya yang biasa percaya diri terhadap cewek. Justru berubah setelah kejadian itu. Ia malah terjebak di dalam Friendship Prison atau Penjara Pertemanan. Apa yang terjadi pada hidupnya saat itu berlangsung? Apakah ia dapat melewati kisah asmara tersebut? Simak terus yah. Jangan lupa,satu bintang dari kalian sangat berharga buat aku. Oh ya..'cek mulmed juga' Terima Kasih:") ~Jenny Laurens~
All Rights Reserved
#456
sosweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • My Stupid Boyfriend
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Love's Serendipity
  • PILIHAN
  • REGRET
  • You're A Player
  • Arsyilazka
  • It HURTS

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines