Story cover for Biru Tosca by vitakiki12
Biru Tosca
  • WpView
    Reads 708
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 708
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published Mar 30, 2020
Sabarina, wanita yang irit bicara dengan setumpuk masalah lalu yang mengharuskannya untuk menguatkan hati atas pelik yang dia rasakan

"Bangkit dari masalah perasaan bukanlah sebuah hal yang menyusahkan" ucap Sabrina yakin sembari mengusap air matanya yang jatuh

"melupakan bukanlah jalan yang benar atas kekecewaan terhadap seseorang" ucap Ardian kepada sabrina

"meyakini takdir bahwa dia bukan orang yang ditakdirkan untukmu adalah sebuah tindakan yang benar dalam mengindahkan hati untuk lebih bisa menjalani hidup dengan semestinya" lanjut Ardian sembari meninggalkan Sabrina sendiri

Kata-kata Ardian terus berputar di ingatan Sabrina ....

Apa yang akan Sabrina lakukan ....?

Bisakah Sabrina meyakinkan hati dan merelakan orang yang sangat ia cintai??

Bisakah Sabrina mebuka hati dan merajut kembali cinta kasih ???

Ini cerita pertama saya di wattpat, masih banyak kesalahan dan kekurangan, berilah saran yang membangun ..

Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri .....
All Rights Reserved
Sign up to add Biru Tosca to your library and receive updates
or
#154aksa
Content Guidelines
You may also like
Eshal Renjana (Lengkap)✔ by Nana_Kiyowoo
56 parts Complete
"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.
You may also like
Slide 1 of 8
Eshal Renjana (Lengkap)✔ cover
ARENA cover
Dua Cinta (Our Promise) cover
Rapuh  cover
Stay With Me  cover
ℂ𝕠𝕟𝕧𝕖𝕟𝕚𝕖𝕟𝕔𝕖 cover
Menjemput Patah Hati cover
DENTING  [Revisi] cover

Eshal Renjana (Lengkap)✔

56 parts Complete

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.